June 24th, 2010 by Agung Pushandaka
Setelah sekian lama menolak untuk menonton film Indonesia di bioskop, kemarin saya dengan tulus dan suka cita pergi ke Empire XXI Jogja bersama Rini, pacar saya, untuk menonton film Tanah Air Beta. Sejak saya tonton Kick! Andy yang membicarakan tentang film ini, saya merasa film ini akan lebih meng-Indonesia. Iya, saya selalu merasa film-film Indonesia sebelumnya blum bisa melepaskan diri dari bau/aroma Hollywood. Baik itu dari jalan ceritanya, gaya percintaannya, dialognya, dsb., masih bercita rasa Hollywood. Nah, daripada saya menonton film yang berbau Hollywood, lebih baik saya menonton film bikinan Hollywood sekalian. Hehe..
…
May 7th, 2010 by Agung Pushandaka
Akhirnya, film Menculik Miyabi selesai dibuat dan sekarang sedang beredar di bioskop-bioskop tanah air. Seperti sebelumnya, pro dan kontra pun muncul mengiringi film ini. Saya sih ndak tertarik untuk menilai film ini, lagi pula saya sudah ndak tertarik sejak awal beredarnya gosip tentang film ini. Tapi saya lebih tertarik untuk mengamati kebiasaan masyarakat kita untuk meributkan sebuah film. Dalam perjalanan negeri ini, sudah banyak film yang malah menimbulkan kontroversi, bahkan sampai ada yang dicekal. Banyak alasan yang dipakai oleh masyarakat atau lembaga sensor untuk menolak beredarnya sebuah film. Mulai dari masalah budaya, sejarah, agama, bahkan sampai masalah moral. Padahal, sebuah film ndak seharusnya dinilai seserius itu. Blue film tentu sebuah pengecualian. Hehe..
…
September 28th, 2009 by Agung Pushandaka
Masih mendengar perdebatan tentang kedatangan Miyabi, si bintang porno dari negeri sakura, di tivi dan media lain? Memang susah banget menghindari sensasi murahan semacam itu di negeri kita. Sudah semakin banyak orang yang pengen populer secara instan dan serba kilat, sampai-sampai mengandalkan hal-hal seperti ini untuk mengangkat popularitasnya. Tapi sudahlah, itu toh hak setiap orang untuk menjadi populer dengan cara apa pun selama ndak melanggar hukum yang berlaku. Iya, kan?
…
September 20th, 2009 by Agung Pushandaka
Sebenarnya, gosip tentang kedatangan Maria Ozawa, alias Miyabi, ke Indonesia sudah saya dengar sejak seminggu lalu. Tapi, waktu saya baca beritanya di The Jakarta Post edisi Sabtu, 19 September kemarin, saya terkejut juga. Ini serius? Soalnya saya kira itu cuma mimpinya siapa tuh, Raditya Dika ya, yang blognya diangkat menjadi sebuah film. Tapi kalau ini memang serius, yang jadi pertanyaan saya kemudian, apa film ini memang sebuah ekspresi seni atau cuma sekedar sensasi untuk popularitas saja?
…
September 4th, 2009 by Agung Pushandaka
Selama di Jogja, menonton ke bioskop adalah salah satu cara saya untuk menghabiskan waktu berdua bersama Rini, selain mengunjungi tempat makan yang sering kami datangi waktu kami masih bersama di Jogja. Untuk nostalgia kuliner, saya menikmati kesenangan yang luar biasa bersama Rini. Tapi untuk acara menonton film, kami ndak bisa menikmatinya sepenuh hati. Banyak kejadian yang malah mengganggu kenikmatan menonton di Empire XXI Jogja.
Sebenarnya, saya bisa saja menonton film di Galeria 21 Kuta. Tapi, saya kurang sreg dengan studionya. Galeria 21 terlalu sempit menurut saya. Kursi penonton terlalu sempit dan berdekatan, sehingga saya sering bersentuhan dengan penonton sebelah. Itu benar-benar membuat saya ndak nyaman. Kalau di Jogja, Ambarukmo Plaza Studio 21 dan Empire XXI menawarkan studio yang lebih luas dengan kursi penonton lebih lega. Kelebihan lain menonton film di Jogja, tentu saja keberadaan Rini di samping saya. Hihi!
…