Archive for the 'Film' Category

Lupakan Miyabi, Sambut Julia!

Masih mendengar perdebatan tentang kedatangan Miyabi, si bintang porno dari negeri sakura, di tivi dan media lain? Memang susah banget menghindari sensasi murahan semacam itu di negeri kita. Sudah semakin banyak orang yang pengen populer secara instan dan serba kilat, sampai-sampai mengandalkan hal-hal seperti ini untuk mengangkat popularitasnya. Tapi sudahlah, itu toh hak setiap orang untuk menjadi populer dengan cara apa pun selama ndak melanggar hukum yang berlaku. Iya, kan?

Menculik Miyabi, Seni atau Sensasi?

Sebenarnya, gosip tentang kedatangan Maria Ozawa, alias Miyabi, ke Indonesia sudah saya dengar sejak seminggu lalu. Tapi, waktu saya baca beritanya di The Jakarta Post edisi Sabtu, 19 September kemarin, saya terkejut juga. Ini serius? Soalnya saya kira itu cuma mimpinya siapa tuh, Raditya Dika ya, yang blognya diangkat menjadi sebuah film. Tapi kalau ini memang serius, yang jadi pertanyaan saya kemudian, apa film ini memang sebuah ekspresi seni atau cuma sekedar sensasi untuk popularitas saja?

Psssssh..!! Jangan Berisik..!!

Selama di Jogja, menonton ke bioskop adalah salah satu cara saya untuk menghabiskan waktu berdua bersama Rini, selain mengunjungi tempat makan yang sering kami datangi waktu kami masih bersama di Jogja. Untuk nostalgia kuliner, saya menikmati kesenangan yang luar biasa bersama Rini. Tapi untuk acara menonton film, kami ndak bisa menikmatinya sepenuh hati. Banyak kejadian yang malah mengganggu kenikmatan menonton di Empire XXI Jogja.

Sebenarnya, saya bisa saja menonton film di Galeria 21 Kuta. Tapi, saya kurang sreg dengan studionya. Galeria 21 terlalu sempit menurut saya. Kursi penonton terlalu sempit dan berdekatan, sehingga saya sering bersentuhan dengan penonton sebelah. Itu benar-benar membuat saya ndak nyaman. Kalau di Jogja, Ambarukmo Plaza Studio 21 dan Empire XXI menawarkan studio yang lebih luas dengan kursi penonton lebih lega. Kelebihan lain menonton film di Jogja, tentu saja keberadaan Rini di samping saya. Hihi!

The Hunting Party

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri ternyata blum berhasil menangkap gembong teroris, Noordin M. Top. Berita terbaru yang saya baca menyebutkan bahwa penggerebekan di Temanggung kemarin ndak berhasil membunuh Noordin. Saya ndak tau pasti, apakah memang penjahat dari malaysia itu yang lincah dan lihai bersembunyi seperti tikus yang menghindari kucing, atau Densus 88 yang ndak serius mengejarnya? Saya sebenarnya ndak mau berprasangka buruk terhadap polisi kita. Bagaimana pun, kerja mereka Sabtu kemarin memuaskan banget, walaupun kritik dari Hendro Priyono ndak bisa diabaikan begitu saja.