Anies Bisa Apa?

2 menit waktu baca

Pilkada Jakarta sudah berlalu.

Berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhasil meraih suara terbanyak. Mereka berdua akan menggantikan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta per Oktober 2017 nanti.

Lalu, Anies bisa apa jadi gubernur?

Anies harus ingat bahwa meskipun Ahok kalah, tapi tingkat kepuasan warga Jakarta terhadap kinerjanya sangat tinggi.

Kekalahannya lebih banyak disebabkan oleh alasan personal, misalnya cara komunikasi Ahok yang dianggap kurang santun, atau klaim banyak pihak bahwa Ahok telah menista agama padahal proses hukum belum usai.

Kepuasan warga itu menunjukkan bahwa kinerja Ahok selama menjadi gubernur diakui sangat baik. Misalnya, proses segala macam urusan di kantor kelurahan dan instansi lain di lingkungan Pemprov menjadi lebih cepat dan transparan.

Ahok juga setiap pagi selalu membuka kantornya untuk mendapat kunjungan warga yang ingin berkeluh kesah langsung kepadanya. Hal yang sebelumnya tidak pernah ada di Jakarta.

Selama Ahok menjabat, genangan banjir juga lebih cepat surut walaupun Jakarta diguyur hujan deras yang tidak berkesudahan selama berhari-hari.

Atau hal lainnya seperti, normalisasi waduk dan sungai yang tidak hanya memperindah kota, tapi juga menghindarkan warga lebih luas dari bahaya banjir dan kehidupan yang tidak layak.

Sementara itu pengelolaan anggaran juga semakin terbuka bagi publik. Pembangunan yang berlangsung di Jakarta juga tidak serta merta memboroskan anggaran daerah, sehingga dana yang tersisa bisa dikembalikan ke kas negara dan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Dan masih banyak contoh lainnya…

Dari hal itu, Anies tidak akan bisa berbuat apa-apa selain melanjutkan sistem kerja Ahok selama ini yang telah diakui.

Ahok dan Djarot juga telah menetapkan standar yang cukup tinggi untuk memuaskan warganya. Tidak ada pilihan lain bagi Anies selain bekerja di standar tersebut.

Jika tidak, nasib Anies bisa jadi mirip seperti saat didepak oleh Presiden dari kursi menteri.

Itu pun masih harus ditambah dengan beberapa janji Anies dan Sandi yang harus ditepati, seperti beli rumah depe nol rupiah, tidak melakukan penggusuran, KJP Plus termasuk untuk anak putus sekolah, Ok Oce, Oke Trip, menolak melanjutkan reklamasi, membangun stadion sepakbola semegah Old Trafford untuk Persija, dan masih banyak lagi.

Tentu ini bukan menjadi pekerjaan yang mudah untuk gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang baru nanti.

Tidak mudah, tapi bukan mustahil.

Maka saya sebagai warga Jakarta, bersama warga lainnya, akan ikut mendoakan siapapun gubernur dan wakilnya, demi Jakarta yang lebih baik dan maju.

Semoga warganya juga bisa lebih bahagia dan damai sejahtera dengan tersedianya infrastruktur yang baik dan lengkap. Bebas dari banjir dan macet di manapun mereka berada.

Saya mencintai kotanya, siapa pun gubernurnya.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *