Ibukota ke Buleleng

Blum selesai wacana pemindahan ibukota RI ke Palangkaraya dibicarakan, di Radar Bali beberapa hari lalu saya baca ada usul untuk memindahkan ibukota ke Buleleng, sebuah kabupaten di bagian utara Pulau Bali. Tapi tenang, bukan untuk menjadi ibukota RI, melainkan cuma menjadi ibukota Proponsi Bali. Usul ini didasari oleh beberapa alasan, misalnya bahwa Denpasar sudah cukup semrawut untuk melaksanakan fungsi pusat pemerintahan Propinsi Bali. Ada juga yang mendasarkan usul itu dari sisi historis, bahwa Buleleng sejak dulu sudah menjadi ibukota Sunda Kecil di jaman Bung Karno.

Sekali lagi, saya sih setuju saja kalau pusat pemerintahan Propinsi Bali dipindahkan ke Buleleng. Tapi jangan sembarangan. Kalau alasannya cuma faktor sejarah bahwa Buleleng “berpengalaman” menjadi ibukota Sunda Kecil, rasanya alasan itu terlalu dangkal. Ibukota pemerintahan di jaman sekarang tentu memiliki fungsi yang lebih berat dibandingkan dengan fungsi ibukota di jaman itu. Untungnya, konon Buleleng punya infrastruktur dan kondisi geografis yang mendukung. Jadi, tinggal dimantapkan lagi untuk menjadi pusat pemerintahan Bali.

Secara geografis Buleleng punya lahan yang luas banget. Selain itu, Buleleng blum sepadat Denpasar. Jadi, Buleleng masih bisa ditata dengan baik agar ndak menjadi ruwet seperti Denpasar atau Badung terutama di selatan. Jadi, kalau Buleleng jadi ibukota Bali, kondisinya jauh lebih baik daripada Denpasar. Ini tentu baik untuk penyebaran pembangunan dan penduduk. Orang-orang ndak lagi berserakan di Denpasar dan Badung saja, tapi juga bisa dialihkan ke Buleleng.

Jarak yang cukup jauh dari Denpasar bisa diakali dengan peningkatan jalur transportasi darat dan udara. Apalagi, konon katanya di Buleleng masih memadai untuk dibangun sebuah bandar udara yang jauh lebih besar dibandingkan bandara Ngurah Rai di Badung. Apalagi sekarang sudah jaman internet. Keberadaan internet membuat jarak yang jauh bukan masalah lagi. Sekarang yang penting, Buleleng benar-benar dipersiapkan untuk membuka diri dengan koneksi internetnya.

Kalau sudah begitu, apalagi yang bisa membuat saya menolak Buleleng menjadi ibukota Propinsi Bali di masa datang.

25 Responses to “Ibukota ke Buleleng”


  1. Puskel

    Wacana seperti ini pernah juga tercetus beberapa puluh tahun lalu. Kita tinggal tunggu bagaimana realisasinya ya Bli…

  2. TuSuda

    Saya sih setuju saja Bli, Kalau melihat dari sisi historis, geografis dan demografis, temasuk pemerataan pembangunan, sangat pantas juga ibukota Provinsi Bsli, pindah ke Buleleng. :mrgreen:
    Semoga cepat terealisasikan. :( )

  3. Gek

    betul itu, jalanan di Buleleng jauhhhhhhhh lebih besar dan luas seperti Denpasar. Saya yang anak kuliahan di Buleleng, seneng2 aja, kalo ibukota Bali dipindah. It doesn’t matter. Denpasar udah sesakkkkk. >.<

  4. Sugeng

    Saya juga pernah mendengar wacana seperti itu beberapa tahun sebelum saya merantau di Bali. Kalau dilihat secara infrakstruktur tata kotanya memang layak untuk menjadi sebuah ibu kota provinsi. Namun satu hal, jangan wacana ini dicetuskan lagi cuma sekedar ikut-ikutan wacana yang ada di pusat. :sad:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. FB

    Wah iya tuh biar pembangunan di Bali semakin merata

  6. Gede Lumbung

    Saya setuju bli dengan pemindahan ibukota ke Buleleng…
    Di Denpasar sudah macet, saya yang sering sliwar-sliwer di jalanan kota Denpasar sering emosi liat lalu lintas yang gak teratur…
    Semoga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan berjalan dengan lancar….

  7. red

    denpasar aja. kan lebih akomodatif?

  8. senny

    pemindahan ibukota ini bakalan benar dieksekusi atau pada akhirnya hanya akan menjadi sebuah wacana saja?

  9. Adi

    kenapa tidak ke blitar aja ya?
    Heheh

  10. imadewira

    Saya juga setuju2 saja kalau Ibu Kota Bali dipindah ke Singaraja, apalagi jika dipersiapkan dengan matang mulai dari sekarang.

  11. Ifan Jayadi

    Kalau memang tujuan pemindahan itu untuk kebaikan semua pihak, saya rasa tidak ada yang perlu diributkan. Tapi memang perlu kajian yang mendalam agar dikemudian hari tidak malah menimbulkan masalah yang lebih baru dari yang dihadapi sekarang.

  12. orange float

    meski beda pendapat tapi tetap damai dan no rusuh ya :D

  13. Cahya

    Ya sudah pindah saja, ndak susah kan. Tapi harus siap menerima ledakan penduduk juga artinya…

  14. isnuansa

    Asyik, kalo pindah ke Buleleng, berarti jalanan di Bali bisa dilebarin lagi dong ya? Terutama di seputaran Kuta yang jalannya sempit dan macet.

  15. bhogey

    semoga bisa tercapai ya mas :D

  16. adin

    wah, lagi musim mindah ibukota dan alasannya sama, karena semrawut…

  17. mr, kem

    hmm..semoga berjalan lancar ya bli, yang penting bukan didasari oleh kepentingan politik saja..

  18. zee

    Ganti theme ya bli?
    Tapi memang klo sudah semrawut ya pindahkan sajalah… biar lebih teratur.

  19. kaka

    ikut dukung aja yang baik bli

  20. kutukupret

    “saya sih setuju aja ibu kota dipindahin….” *dilempar PC sapa yang minta persetujuan kutu!
    asal kita siap dengan pemindahan ini, karena pasti memakan biaya besar

  21. indobrad

    haduh, ini opsi yang mahal sekali. tapi tampaknya memang perlu ya. asal pembangunan di sebelah utara Bali dapat berkembang pesat sih, ok lah ya :)

  22. Wy. Waja

    Setuju untuk memindahkan, lagi 10 tahun kota Denpasar sudah macet di segala sudut. Mestinya dari sekarang sudah dipikirkan dan diambil langkah-langkah nyata

  23. gede polos

    apa sebaiknya di bagi2 saja??mungkin buleleng menjadi pusat pendidikan…,,di timur pusat apa kek…,,di barat juga…,,sehingga tidak terpusat di selatan saja..,,

    Agung Pushandaka Reply:

    Saya setuju. Supaya ada pemerataan antara utara, selatan, juga barat dan timur.

  24. bakugantoys

    Tahun 50-an,tidak saja status ibukota,kepindahan itu juga membawa serta SDM-SDM buleleng untuk menjalankan pemerintahan di Denpasar.Sejak saat itu,Buleleng merana dan semakin merana. Melihat alasan-alasan dari kawan-kawan di atas, memang sudah saatnya Buleleng kembali menjadi Ibu Kota.