Tabung Meledak, Bisa Apa?

Bukannya berkurang, kasus ledakan tabung gas LPG malah terus terjadi. Korban-korban terus berjatuhan. Segelintir orang yang menjadi korban berusaha menuntut penggantian kerugian oleh Pertamina, pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas kualitas tabung LPG tersebut (terutama yang ukuran 3 kg). Tapi apakah itu efektif? Saya kemudian teringat dengan istilah hukum yang berjudul class action. Class action secara gampang bisa saya bilang adalah tindakan sebuah kelompok yang merasa dirugikan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan, dengan cara mewakilkan gugatan itu kepada beberapa orang anggota kelompok itu saja. Sejauh ini, saya blum pernah mendengar ada ide untuk melakukan aksi ini untuk menggugat Pertamina.

Gugatan terhadap Pertamina bisa dilakukan untuk menuntut penggantian seluruh biaya perawatan atau biaya kerusakan yang muncul akibat ledakan tabung gas itu. Atau, biar gugatannya lebih kuat lagi, class action bisa dilakukan dengan mewakili ratusan juta penduduk Indonesia yang telah kehilangan perasaan aman dan nyaman akibat adanya kasus ini. Perasaan aman dan nyaman dalam mengkonsumsi suatu produk diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU 8/1999). Kerugian semacam ini tentu lebih besar lagi jumlahnya dibandingkan dengan kerugian biaya pengobatan atau perbaikan rumah yang rusak akibat ledakan tabung LPG.

Kenapa harus class action? Sebab, menurut saya dengan class action, gugatan akan lebih diperhatikan. Kita tau bahwa pengadilan kita seringkali baru berbuat benar kalau menghadapi people power. Otomatis dengan class action, pengawasan masyarakat akan lebih besar terhadap gugatan ini, dan pengadilan ndak akan bisa berbuat banyak untuk melakukan “hal-hal aneh”. Selain itu, dengan cara ini tentu saja biaya berperkara di pengadilan bisa ditekan. Sudah jadi rahasia umum, bahwa orang miskin susah mencari keadilan karena biayanya yang mahal untuk kantong mereka. Manfaat lainnya adalah pihak tergugat, ndak akan menganggap remeh lagi masalah yang menjadi dasar gugatan karena yang dihadapi adalah kekuatan masyarakat luas.

Maaf, saya cuma pengen menyampaikan ide. Untuk pelaksananya, saya serahkan kepada orang-orang hebat yang sering berdebat di tivi, atau pengacara-pengacara ahli hukum yang kemarin berantem di Mahkamah Agung.  :)

Sejahteralah Indonesia..

22 Responses to “Tabung Meledak, Bisa Apa?”


  1. TuSuda

    Turut prihatin juga dengan kejadian seperti itu Bli… jadi serahkan saja kepada yang lebih ahlinya mengurus bagaimana baiknya.

  2. Puskel

    Kasihan juga rakyat kecil tambah sengsara dengan kejadian itu.
    Semoga ada yang peduli menanganinya, ya Bli Gung…

  3. agoenk70

    klo bicara soal hukum mungkin saya kurang mengerti dan bukan ahlinya, semoga ada ahli hukum atau apalah yang peduli terhadap nasib rakyat kecil yang menjadi korbannya.

  4. FB

    Masalah di negeri ini banyak juga ya.. Jadi serem setiap lihat gas tabung.. Takut meledak aja..

  5. budiarnaya

    Sampai saat ini saya menaruh tabung di Luar rumah tapi dalam pekarangan tentunya, karena was-was juga, itupun sudah pasang regulator melebihi SNI tapi tetap saja takut, habis mau beli minyak tanah jarang ada yang jual, semoga dengan ini minyak tanah tidak langka lagi

  6. indobrad

    haha, posting blog saya hari ini juga isinya omelan soal tabung gas. saya setuju dengan class action. sudah banyak korban berjatuhan :(

  7. adin

    pertanyaannya adalah, who’s next?…

  8. Gek

    Katanya.. karena tabung gas itu berwarna Hijau.. makanya meledak..

    *masih ingat kan lagu Balonku ada lima?
    Mending Pertamina mengganti warna tabungnya deh….

  9. Cahya

    Saya dengar Class Action bisa sampai ke Mahkamah Internasional di Belanda itu ya?

    Agung Pushandaka Reply:

    Kalau menurut saya, gugatan untuk kasus ini ndak akan bisa diajukan ke Mahkamah Internasional.

  10. adizone23

    kalo saya lebih condong balik aja lagi pake minyak tanah, walau terkesan jadul tapi lebih aman dengan harga yang miring untuk kalangan menengah kebawah

    kalo class action efektif, saya dukung juga, tapi sampe mana ??? saya masih meragukan persamaan hukum di negara kita jika menyangkut orang kecil…

    Agung Pushandaka Reply:

    Betul, bahwa orang kecil sering ndak diperlakukan sama di hadapan hukum. Maka, justru di sinilah kelebihan class action mas. Sebab yang menggugat bukan lagi “orang kecil”, tapi masyarakat luas.

  11. red

    apa ledakan tabung 3kg ini karena kekurangmengertian rakyat yg tadinbya menggunakan munyak tanah? karena saya pernah ngelola warung di foodcourt selama 2 tahun, semua pake tabung 3 kg dan fine2 aja tuh

    Agung Pushandaka Reply:

    Ada juga kemungkinan seperti itu mas. Tapi, menurut pemberitaan, ledakan ini kebanyakan disebabkan oleh kualitas tabung dan perlengkapan lainnya.

    Tapi sekali lagi, saya akui kemungkinan adanya ledakan karena kesalahan manusia/pemakainya juga masih terbuka.

    zee Reply:

    Mungkin iya kurang penyuluhan yang tepat pada masyarakat pengguna tabung. Tapi kemarin juga berkasus yang meledak itu, tabung 12kg.
    Saya sekarang dikejar rasa ketakutan terus setiap ke dapur. Maklum bedinde rada2 bolot, dikasih tahu juga takutnya tetap aja bolot =)). Mudah2an ga kejadian deh ya…

    red Reply:

    gue rasa zee benar. bedinde di rumah gue juga udah dikasih instruksi yang tepat waktu masak pake tabung 12 kg. dugaaan gue adalah orang2 kecil ini yang migrasi dari minyak tanah ke elpiji tidak tahu percis cara safety memakai tabung gas. Kayaknya bukan karena tabungnya bocor, tapi kepala selang gas itu harus benar2 pas di mulut tabungnya. jika tidak pas maka ada suara desis dari tabung disertai bau gas yang khas. nah yang jadi masalah adalah sering sekali kepala selang tidak pas dengan tabung. kenapa? karena karet di tabung yang sudah mulai aus. biasanya gue langsung minta ke tukang pengantar elpiji untuk mengganti karetnya agar dudukan kepala selang di tabung bisa pas. ini yang mungkin tidak dimengerti orang2 tsb, sehinggga ledakan tabung 3 kg terjadi dimana-mana. Mungkin juga karena faktor SNI yang tidak dipenuhi

  12. fitrimelinda

    syereemm bgt liat udah banyak kejadian meledaknya tabung gas akhir2 ini..bikin si mama juga berhenti make gas..balik deh ama minyak tanah.. :)

  13. orange float

    jika dulu ada kisah ledakan bom oleh teroris maka kini berganti pada ledakan tabung gas 3 kg produk dr pertamina.

    weleh,weleh….. :mrgreen:

  14. imadewira

    tapi kayaknya yang lebih penting sekarang bagaimana caranya agar tidak ada korban lain lagi..

  15. Yohan Wibisono

    “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)

  16. firdaus

    rakyat butuh bahan bakar, bukan bom waktu

  17. Ifan Jayadi

    Wah, di Indonesia ini, meski class action sekalipun kayanya dianggap angin lalu saja. Pemerintah sepertinya tidak pernah peka dengan masalah2 seperti ini.