Susahnya Punya Anak (di Indonesia)
Hari Anak Nasional selalu diperingati setiap tahun, Undang-Undang tentang anak-anak sudah jamak dibuat, Komisi Perlindungan Anak juga sudah dibentuk, tapi semuanya ndak menjamin keselamatan apalagi kesejahteraan anak-anak. Kejahatan dan berbagai tindakan negatif lainnya sekarang banyak banget menyasar kepada anak-anak. Dampaknya ndak cuma merugikan anak-anak itu secara fisik, tapi juga secara mental. Justru, luka batin itu yang sulit disembuhkan. Sebenarnya, saya pengen bilang bahwa susah banget jadi anak. Tapi karena anak-anak itu ndak punya kemampuan untuk bertanggung jawab secara penuh atas apa yang terjadi/dilakukan, maka kesusahan itu saya limpahkan kepada kita semua sebagai orang dewasa.
Sekarang, orang banyak masih khawatir akan keselamatan anak dari kejahatan “konvensional” seperti penculikan, perkosaan, child trafficking, prostitusi, dsb. Padahal, masih ada lagi tindakan lain yang dampaknya ndak kalah ganas dibandingkan kejahatan yang saya sebut tadi. Tindakan negatif seperti apa? Misalnya, stasiun tivi yang ndak henti-hentinya mencekoki otak-otak belia mereka dengan tayangan sinetron yang cuma mengumbar keindahan, kemewahan dan drama percintaan murahan. Atau dengan ndak bosan-bosannya mengulangi adegan-adegan kekerasan yang sekarang banyak menghiasi tayangan program berita. Apakah itu kejahatan? Saya kategorikan itu sebagai tindakan negatif.
Tindakan negatif lain justru dilakukan melalui jalur yang seharusnya mencerdaskan mereka, yaitu pendidikan. Pelakunya malah jaringan orang-orang yang seharusnya melindungi mereka, yaitu orang tua, guru dan pemerintah. Ndak percaya? Lihatlah sistem ujian nasional yang sukses membuat mereka ketakutan bak melihat malaikat pencabut nyawa di hadapan mereka. Anak-anak itu dituntut menjadi anak yang pintar dan lulus dengan nilai baik, sebab kalau ndak pintar dan ndak lulus, mereka akan mempermalukan nama keluarga, sekolah dan mungkin pemerintah. Bayangkan, anak-anak yang blum berumur 18 tahun itu sudah dibebani tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga nama baik keluarga, sekolah dan negaranya.
Yang bikin tambah susah lagi, A.T. Mahmud sudah meninggal dunia tanpa meninggalkan penerus yang sepadan. Blum ada lagi yang bisa menciptakan lagu-lagu sederhana tapi melegenda untuk anak-anak. Yang ada, anak-anak sekarang fasih banget menyanyikan lagu-lagu yang seharusnya berada jauh di atas kecerdasan dan usia mereka. Blum lagi Komisi Perlindungan Anak yang bisanya cuma survey untuk menghitung berapa anak yang sudah pernah berhubungan sex tapi ndak becus untuk melakukan langkah nyata bagaimana cara menyelamatkan mereka.
Mau yang lebih susah lagi? Anak-anak sekarang ndak cuma berstatus korban, tapi juga pelaku. Kejahatan seksual terhadap gadis di bawah umur ternyata dilakukan oleh laki-laki di bawah umur pula. Banyak lagi anak-anak yang menjadi pelaku tindakan negatif yang bahkan seharusnya ndak dilakukan oleh orang dewasa. Misalnya, merokok atau bahkan menggunakan obat-obatan terlarang. Akhirnya, mereka dihukum dan dijebloskan ke penjara. Padahal, mereka menjadi pelaku tindakan negatif itu justru karena mereka adalah korban dari lemahnya perlindungan yang berupa bimbingan dan pengawasan.
Saya yakin masih banyak lagi kesusahan yang akan kita hadapi di saat memiliki anak-anak. Tapi saya berharap semoga kita semua, orang-orang dewasa yang berada di dekat anak-anak, ndak kehilangan semangat dan kemauan untuk melindungi mereka. Maka orang dewasa, tetaplah bersemangat!
Yuph.XD sebenarnya aku jg msh anak2 ehehe.XP tapi aku akan berusaha lindungI yg lbh kcl dari aku,
[Balas]
Gus Ikhwan Reply:
July 27th, 2010 at 12:55 PM
sekarang sudah jaman canggih dan jaman edan
[Balas]
Susahnya jadi orang tua
.
Tulisan terbaru Cahya: Fakta Seputar Seks Oral
[Balas]
susahnya tinggal di indonesia

Tulisan terbaru Jane: Membuat Disclosure Policy
[Balas]
entahlah, jaman sekarang sudah makin canggih, seharusnya anak2 jaman sekarang lebih bahagia, tapi kalau dipikir lagi, kok rasanya masih lebih bahagia masa anak2 saya dulu.
Tulisan terbaru imadewira: Prediksi MotoGP AS
[Balas]
Kiat juga prihatin prihatin tayangan pornografi pada anak karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Mungkin artikel berikutnya mas, “Susahnya cari duit di indonesia”
Tulisan terbaru Nugs: Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi
[Balas]
Anak adalah amanah dan sebaik-baik amanah adalah menjaganya. dan ini tanggung jawab kita semua untuk menjaganya. semoga kita mampu menjaga amanah tersebut. Selamat hari anak nasional
[Balas]
Saya juga berharap, anak2 Indonesia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik kedepannya baik dari segi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lain sebagainya. Kita tidak ingin mendengar lagi adanya kekerasan pada anak dan trafficking. Kita harus dapat hentikan segala hal yang bisa merusak kehidupan anak indonesia.
Tulisan terbaru Ifan Jayadi: Akhirnya Sampai Juga
[Balas]
Keinginan sseorang anak yang paling utama untuk seorang ayahnya adalah mencintai ibu mereka dan keinginan seorang anak kepada ibunya adalah mencintai ayah mereka. Agar anak merasa selalu hidup damai melihat kerukunan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya, tanpa hmereka harus memilih.
Salam untuk sahabatku dan sukses selalu.
Tulisan terbaru Eyangresi313: KEKUATAN CINTA
[Balas]
Kesulitan yang sangat terasa nantinya dalam membiayai pengobatan masalah kesehatannya. Kalaupun sudah ada pelayanan bebas biaya di puskesmas, tapi tetap harus ada persiapan memadai.
Tulisan terbaru Puskel: Seminar Penanggulangan DBD Secara Komprehensif
[Balas]
Yang terberat adalah melatih kemandirian dan budi pekertinyanya.
Disamping itu perlu mempersiapkan biaya pendidikan, kebutuhan fisik sesuai perkembangan mentalnya.
Tulisan terbaru TuSuda: DEMOKRASI DALAM KOPERASI
[Balas]
Makanya program keluarga berencana diharapkan sangat membantu menjawab perubahan kesulitan ini.
BTW, kayaknya komentar yang tadi menghilang.
Tulisan terbaru TuSuda: DEMOKRASI DALAM KOPERASI
[Balas]
salam kenal
wakh masa sih…..padahal papahku pernah bilang, untuk gag punya anak di indonesia malah yang susah..hehehehe (mungkin karena kebanyakan baca berita ariel luna maya ) kali yah….:D
[Balas]
saya ironis mendengar anak-anak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, ditambag lagi orang dewasanya membiarkan itu terjadi… apalagi di televisi…………..
Tulisan terbaru Abdul Hakim: Bersahabatlah Seperti Bebek
[Balas]
Memang susah…
jadi bingung lia mau komen apa bli
Tulisan terbaru delia: Pelajaran dari seekor ikan
[Balas]