Kamu Mau Jujur?

Siang itu saya duduk berhadapan dengan seorang laki-laki warga negara Amerika Serikat dan seorang perempuan pribumi. Mereka menatap ke arah saya dengan pandangan yang mungkin meremehkan. Sebelumnya saya bilang ke mereka bahwa saya ingin melakukan semua bisnis dan usaha saya dengan jujur dan sesuai hukum. Ndak cukup dengan itu, saya mengritik cara mereka menjalankan bisnis yang mereka geluti. Ndak lama kemudian, salah satu dari mereka mulai menanggapi perkataan saya. Setelah itu, beberapa saat kemudian, mereka berdua secara bergiliran berusaha “mengajak” saya..

“Gung, kamu ini hidup di Indonesia. Kamu ndak akan bisa melakukan bisnis yang bersih di negara ini. Saya berani bilang bahwa negara ini terlalu korup. Mungkin salah satu negara yang terkorup di dunia. Dulu Korea seperti Indonesia. Mungkin lebih buruk dari Indonesia sekarang. Tapi, pemimpin mereka punya keberanian. Bos Hyundai, Samsung, dan bos konglomerasi lainnya dipenjara karena mereka mengatur pemerintah dengan uangnya yang berlimpah. Sekarang, ndak ada lagi yang berani mengatur pemerintah seperti itu” kata si pria Amerika kepada saya dengan bahasa Inggrisnya yang khas negeri Paman Sam.

“Tapi coba lihat di negaramu ini. Gayus Tambunan sudah mengklaim bahwa dirinya pernah membantu Bakrie untuk mengakali pajak perusahaannya yang tinggi. Dengan bantuan Gayus, Bakrie bisa membayar pajak dengan nilai yang lebih murah. Tapi polisi bahkan ndak berani menangkapnya. Presidenmu itu juga, pada awalnya bilang akan menangkapi para pengemplang pajak. Eh, belakangan malah menghadiri pernikahan anaknya Bakrie. Kamu masih yakin bahwa negaramu akan menjadi negara yang bersih?” sambung si pria lagi.

“Gung, kalau kamu pengen jadi orang yang bersih di Indonesia, nasibmu akan sama seperti Susno” kata si perempuan menimpali, merujuk pada kasus Polisi vs Susno Duaji.

“Agung, dengarkan saya” kata si pria lagi. “Suatu hari kamu akan mengerti bagaimana susahnya berbisnis dengan jujur di Indonesia. Mungkin suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa idealismemu itu ndak akan bisa bertahan di Indonesia. Saya hargai kamu dengan semua idealisme kamu. Jarang saya melihat orang seperti kamu. Tapi suatu saat kamu akan mengerti..” sambung si Pria.

“Suatu hari kamu akan punya istri dan anak. Kamu akan membutuhkan pemasukan untuk bisa menghidupi mereka. Kalau kamu 100% jujur, kamu akan kesulitan untuk hidup dengan layak dan menjalankan bisnismu dengan sukses” pungkas si pria.

Saya cuma diam, enggan untuk berdebat..

38 Responses to “Kamu Mau Jujur?”


  1. senny

    emang sih susah untuk jujur, tapi yah jangan gitu-gitu amet kali

  2. budiastawa

    Bli Gung. Saya optimis bahwa suatu saat hal seperti ini akan mengalami antiklimaks. Dan kita bisa seperti Korea untuk pelan-pelan berbenah diri.

    Dan tentang pak SBY, kita tidak tau triknya beliau. Yang saya lihat, beliau menggunakan metode persuasif untuk mengatasi masalah. Fifty-fifty solution.

  3. adin

    ah, itu cuma godaan bli, jangan didenger, yang penting tetep konsisten sama pendirian, apa lagi kalo pendirian kita itu benar…

  4. Cahya

    Jujur itu ya kita yang becermin bukan? Mengapa mesti bawa-bawa orang lain atau pun negara segala?

    Korupsi sudah jadi rahasia umum, tapi masak kita mau ikutan menambah rahasia umum?

    Kata dosen saya, “we are what we think”.

  5. helthy lifestyle

    wahhhh….
    keren bli ulasannya…
    tapi memang kita sudah sepatutnya untuk jujur

  6. Winarto

    Katakan pada mereka bahwa jujur atau tidak jujur adalah hak sekaligus kewajiban.

  7. antokoe

    saya juga mungkin bisa diem, mau ngedebat gimana, wong yang diomongin minim error… :)

  8. Andy

    Jujur merupakan awal dari kesuksesan…
    Salam kenal sob…

  9. firdaus

    tinggal di negara mana mas ? untung di negara saya gak seperti itu…presiden di negara saya sangat baik dan royal, bahkan wakil rakyatnya saja rencananya akab diberi dana aspirasi Rp.15 M per kepala ( yg wakil rakyat kepalanya banyak bakal dapet lebih banyak dong :D )…. klw saya mending jujur… meski sorga dan neraka belum tentu ada tapi saya lebih memilih aman untuk percaya bahwa itu ada :)

  10. frozzy

    jujur itu gak sulit, tinggal dilakukan, dan terjadilah. yang susah adalah menerima konsekuensi dari kejujuran itu sendiri.

  11. darahbiroe

    tetap smngat
    ajah smoga akan mendaptkan yang terbaik
    :D

  12. duniaku

    kalau melihat semua kejadian yang ada dilapangan semua yang dibilang si amerika dan perempuan itu benar sobat..tapi kita harus yakin pasti suatu saat negara ini akan menjadi bangsa yang besar dan bebas korupsi ( 1000 tahun lagi kali ya :D :D :D )

  13. tary sonora

    waduhhh berat bahasannya mas ndaka.
    tapi yang jelas kejujuran akan mendatangkan hikmah yang baik pula untuk kita. sesuatu yg diawali dengan kebaikan pasti akan berujung kebaikan pula :-)

  14. Gek

    Bisnis apa sih? :p

  15. TuSuda

    Kejujuran memang mahal sekali nilainya ya Bli Gung. Semoga terus diupayakan oleh para pemimpin kita yang bijaksana.

  16. Sugiana Hadisuwarto

    jujur memang amat indah untuk diucapkan,namun pada saat ini menjadi barang yang amat mewah sekali di sini..?

  17. richo

    jujur memang ga mudah tapi percaya sama yang di atas, kejujuran pasti lebih menguntungkan… semoga aku bisa selalu jujur :)

  18. adizone23

    Jujur memang jadi bahan langka di negeri ini, tapi orang jujur pasti dapat dipercaya.

  19. Aulia

    wah, sakit juga mendengar kata jujur diplesetkan ke sesuatu yang bertolak belakang :(

  20. zee

    Bicara soal menerapkan kejujuran memang tidak mudah, tapi setidaknya kita harus mencoba. Menurut saya tidak ada yang jujur di dunia ini, even Pak Susno juga, siapa yang tahu kan, bisa jadi dia memang jujur, tapi mungkin juga beliau pernah sekali terpeleset tidak sengaja. Tergantung bagaimana kita memperbaiki diri saja dari perbuatan kita.

  21. Adi

    KeEp spirit ja, lakukan yg terbaik ja. .

  22. anonymous

    kejujuran adalah segalanya bro…

  23. ahmed fikreatif

    sobat,,,,
    doakan aku untuk bisa hidup dg Jujur…
    amiin
    dan kudoakan pula kmu jg bs hidup dengan Jujur!
    amiin

    mari lakukan dengan Kejujuran…

    *kuakui bekerja dg 100% bersih memang berat, tetapi bukan tdk dengan meninggalkan bersih dan menceburkan diri ke dalam kekotoran.

    JUJUR ! SIDIQ ! AMANAH ! HONEST ! CREDIBLE !

  24. tommy

    susah euy …..

  25. imadewira

    hmmm…. sekilas semua “nasehat” itu membuat kita pesimis bisa bisnis dan hidup bahagia dengan jujur.

    tapi hidup bahagia tidak harus kaya kan? jadi kalau bisa kaya dengan cara yang tidak jujur, lebih baik hidup biasa2 saja tapi tetap bahagia.. :-)

  26. Kandangtips

    Jujur memang sussah, tapi itulah namanya pahala, lau bukan pahala nggak bakalan susah.

  27. macangadungan

    Nggak apa-apa nggak kaya raya, rumahnya nggak lusinan, mobilnya banyak, nggak bisa jalan2 keluar negri. yang penting masih bisa makan, makannya enak pula, nggak sambil dihantui perasaan menyesal dan takut masuk neraka. krn makan dr duit halal, nggak nipu :D

  28. Gus Ikhwan @ Ulasan SEO

    kejujuran tidak mudah untuk di aplikasikan, terkadang untuk membuat suatu kejujuran harus dengan metode paksaan, dan sifat bohong itu paling sulit untuk dilupakan dan tinggalkan

  29. jiggow

    jaga idealisme mu mas Agung. Walaupun kenyataannya kaki kita berada di dalam lumpur, setidaknya bagian atas tubuh kita bebas dan masih bisa berguna untuk Indonesia.

  30. orange float

    menjadi beda sendiri dengan orang lain memang sulit, banyak sekali godaan dan suara miring yang terdengar pesimis dari sekitar.

  31. julie

    wah gawat banget itu ilmunya

  32. dobleh yang malang

    jujur blue suka postinganmu
    jujur manteb
    salam hangat dari blue

  33. nico

    kapan Indonesia bersih?

  34. Romailprincipe

    Sekarng saya lagi berusaha lurus mas…

  35. kawas@blogmagis

    saatnya blogging dengan jujur, pada diri dan orang lain. Begitu banyak blogger besar jatuh karena bisnis orang lain yang culas.

  36. indah

    kalo misalnya bohong buat kebaikan gimna??
    pa masih bisa dikatakan jujur??
    nice post.. :)

    Agung Pushandaka Reply:

    Mbak indah, kalau menurut saya sih, bohong tetap saja bohong. Kalau untuk kebaikan, kenapa harus dengan berbohong?
    Nice comment.. :)

  37. surya

    Jujur itu memang berat