Tolong Semangati Mereka, Pak!

by Agung Pushandaka

Wajah-wajah kucel kelelahan mulai memasuki ruangan yang disediakan pihak panitia Pelatihan Blog SMA/SMK se-Bali, di SMA 2 Semarapura, Kabupaten Klungkung, yang diadakan Bali Blogger Community dan Pers Mahasiswa Udayana, juga Sloka Institute. Tapi mereka masih sedikit menyisakan antusiasme mereka untuk sekedar tau apa itu blog. Bahkan mereka yang datang dari Bangli (luar Klungkung) masih terlihat semangat.

Waktu pelatihan dimulai, situasi sepertinya akan berjalan lancar. Saya pikir, alokasi waktu 2 jam akan cukup banget kalau cuma untuk pelatihan blog. Yang lebih menyenangkan lagi, hampir sebagian peserta blum mengenal blog. Saya pikir lagi, hari ini akan jadi hari pertama mereka mengenal dan membuat blog.

Tapi, blum ada setengah jalan, masalah mulai datang. Koneksi internet yang tadinya lancar cenderung cepat, berubah menjadi lambat cenderung ndak jalan. “Kak ini gimana?” tanya seorang peserta waktu halaman yang dia lihat di layar laptopnya ndak beranjak ke halaman yang dituju selanjutnya. Rahaji yang waktu itu jadi pemateri, sesekali bertanya ke teman-temannya dan peserta, “Di situ bisa?”, “Gimana di sana?”, dsb. Sementara laptop yang dipakainya sendiri juga mentok di halaman yang itu-itu saja.

Jujur, walaupun bukan salah saya, saya ikut merasa bersalah waktu melihat raut wajah peserta mulai gelisah dan ndak bersemangat lagi. Salah satu tim dari kabupaten lain, setia menunggui perubahan yang dia nanti-nantikan di layar laptopnya. “Kak, kalau kaya’ gini, gimana?” tanyanya memperlihatkan layar laptopnya yang menampilkan tulisan “Try Again” untuk diklik karena halaman yang dituju ndak bisa dicapai karena lambatnya koneksi internet.

Ketika situasi sedikit berubah waktu panitia menyumbangkan beberapa laptop dan modemnya untuk dipinjam, peserta sudah ndak konsentrasi lagi. Bahkan, ada tim yang sama sekali blum mendaftarkan blognya. Waktu Rahaji tanya, “Apa semua blog sudah diaktifkan?”, tim ini ndak yakin menjawab. Mungkin takut akan mengganggu jalannya pelatihan kalau semua peserta harus menunggu mereka.

Saya bisiki mereka, “Oke, kita mulai dari awal. Kita bisa kejar mereka. Salah satu dari kalian, dengarkan petunjuk dari pemateri tentang menulis blog, sementara yang lainnya, segera bikin blog dan aktifkan. Saya akan bantu”. Seseorang dari mereka kemudian berbisik pelan, “Yes! Ayo kita kejar!” sambil menepukkan tangannya lemah. Tapi, semangat mereka lagi-lagi harus membeku karena harus menunggu lama untuk perubahan halaman di layar laptop mereka. Saya pun ndak punya akal lagi untuk menyemangati mereka. Sampai akhirnya, pukul 6 sore, pelatihan harus selesai, mereka sama sekali blum sempat mengaktifkan blog yang akan mereka buat.

Duh, Pak Menteri Kominfo! Jujur, saya jadi ikut kehilangan semangat melihat mereka seperti itu. Semangat mereka yang berkobar untuk sesuatu yang baru, harus padam cuma karena fasilitas yang jauh banget dari cukup. Daripada menakut-nakuti mereka dengan Rancangan Peraturan Menteri seperti kemarin, lebih baik semangati mereka dengan koneksi internet yang memadai saja deh, ndak perlu yang ngebut banget sampai disemprit polisi, seperti yang ada di iklan tivi. Cuma itu saja yang saya minta, tolong semangati mereka..