Menghargai Tulisan Dengan Komentar

Menghargai hasil karya orang lain bisa dilakukan dengan berbagai cara. Untuk aktifitas blogging, ada beberapa hal yang harus mendapat penghargaan. Salah satunya adalah karya tulis. Tulisan seseorang di blog tentu bukan sebuah tulisan ilmiah yang memerlukan sebuah penelitian sebelum dipublikasikan. Tapi apa pun, tulisan di blog tetaplah sebuah karya manusia. Diawali dengan pencarian bahkan penciptaan ide, pengorbanan waktu untuk menulisnya, dan kemudian membaginya kepada sesama. Sekecil apa pun pentingnya tulisan itu, tetap berhak untuk mendapatkan pernghargaan. Trus, apa bentuk penghargaan yang bisa kita berikan untuk setiap tulisan di blog?

Komentar. Iya, menurut saya, komentar adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap sebuah karya tulis orang lain.  Tentu saja yang saya maksud adalah komentar yang baik. Saya pribadi mempunyai beberapa kriteria untuk menetapkan sebuah komentar sebagai komentar yang baik. Misalnya, mulai dari tata bahasa yang sopan sampai dengan isi komentar itu sendiri. Selain itu, komentar yang baik menurut saya adalah komentar yang ditinggalkan memang untuk menanggapi tulisan yang dibaca. Tanggapan itu bisa berupa sanjungan, kritikan, bantahan dan atau sekedar opini atau pertanyaan yang berhubungan dengan tulisan. Kalaupun komentar anda cuma untuk meninggalkan jejak agar dikunjungi balik, tinggalkanlah jejak yang menyenangkan.

Trus bagaimana dengan komentar yang buruk kurang baik? Ada banyak juga kriterianya. Salah satunya adalah  komentar dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa kita ndak suka dengan tulisan yang kita baca. Misalnya, “Saya ndak suka tulisan ini! Saya ndak butuh tulisan semacam ini!”. atau komentar lainnya dengan kata-kata yang ndak enak dilihat mata. Hehe! Menurut saya, komentar semacam ini bukanlah sebuah kritik, tapi lebih seperti umpatan.

Kalau anda ndak suka dengan sebuah karya tulis, ya sudah ndak usah dibaca. Seperti yang saya bilang di atas, sebuah tulisan seperti apa pun itu, merupakan sebuah karya yang melibatkan akal dan perasaan. Sebuah tulisan tentu saja dibuat berdasarkan keinginan penulis, bukan keinginan pembaca. Anda ndak bisa memaksakan keinginan anda untuk dimuat dalam tulisan seseorang. Anda juga dapat membuat tulisan yang anda senangi di blog anda sendiri. Ibaratnya anda mengunjungi toko buku. Ndak ada orang yang akan memaksa anda untuk membeli buku yang ndak anda sukai. Lagipula ndak mungkin juga anda membeli buku yang kira-kira ndak akan memuaskan anda.

Nah! Berhubungan dengan komentar, sebenarnya saya pengen membuka blog ini untuk segala komentar. Tapi ternyata, masih ada beberapa orang yang blum bisa bersikap dewasa dalam berkomentar. Sekali atau dua kali mungkin masih bisa saya terima dengan catatan atau tanggapan terhadap komentar itu. Tapi kalau orang yang sama tetap seperti itu, dan nampaknya cuma akan memancing keributan kalau diladeni, saya akan mencekalnya dengan cara memasukkannya ke dalam daftar hitam sehingga secara otomatis komentar itu akan masuk sebagai spam. Kelihatan kekanak-kanakan? Mungkin. Tapi blog saya bukan untuk komentar semacam itu. Sampai saat ini sudah ada beberapa orang yang terpaksa saya cekal komentarnya.

Cara lain yang saya lakukan biasanya ndak memperpanjang berhubungan dengan orang itu, sebelum memasukkannya ke dalam daftar hitam. Misalnya, dengan ndak berkunjung balik ke blog si komentator. Rasanya ndak penting untuk saya meninggalkan jejak di blog seseorang yang ndak saya harapkan lagi komentarnya di blog saya ini. Ibaratnya pergaulan dalam hidup nyata, kita ndak mungkin berkunjung ke rumah seseorang yang kurang atau bahkan ndak kita sukai sama sekali. Saya bukan takut, tapi cuma ndak pengen mencari atau memperpanjang masalah.

Saya menyukai perdebatan. Tapi perdebatan yang baik ndak akan muncul dari komentar yang menyulut keributan. Daripada anda harus membuang-buang waktu anda untuk meninggalkan komentar yang ndak mengenakkan di blog ini,  lebih baik anda ndak berkunjung ke sini. Saya ndak pernah memaksa anda untuk berkunjung ke mari. Saya suka berdebat, dengan materi yang logis dan disampaikan dengan kata-kata sopan dan penulisan yang baik.

Untuk itu pula saya berusaha meninggalkan komentar yang baik di blog orang lain. Misalnya dengan menanggapi tulisan di blog itu. Kalau ada yang pengen saya bantah, saya berusaha membantahnya dengan kata-kata yang baik. Ndak lupa saya akan menambahkan ikon smiley kalau komentar yang saya tinggalkan berisi celetukan atau jokes untuk sekedar menghilangkan ketegangan. Saya ndak akan memaksakan diri untuk berkomentar kalau ternyata saya memang ndak memiliki tanggapan terhadap tulisan itu. Bagaimana dengan tulisan yang ndak saya suka? Saya lebih baik meninggalkan blog itu tanpa berkomentar.

Intinya, hargailah tulisan orang lain dengan komentar yang layak dihargai juga. Kualitas si komentator dapat juga dinilai dari komentar-komentar yang dibuatnya. Terima kasih sudah membaca tulisan ini. :)

37 Responses to “Menghargai Tulisan Dengan Komentar”


  1. made gelgel

    tips yang berguna mas :)

    tapi kalau saya pribadi, komentar nakal itu saya terima, toh juga itu trafik bagi saya, setuju gak mas? :)

    pushandaka Reply:

    Wah bli made, terima kasih untuk kunjungannya di pagi buta seperti ini. Hehe!

    Kalau saya pribadi, ndak terlalu mempermasalahkan traffic. Sebab saya ndak berminat untuk “menguangkan” blog ini. Terima kasih untuk komentarnya, bli.

  2. Cahya

    Orang mungkin bukan yang menyulut api, tapi membiarkannya membakar semua yang berharga juga sama tidak baiknnya.

    pushandaka Reply:

    Wah, begini nih kalau sastrawan berkomentar. Harus dibaca berulang-ulang untuk dapat mengertikannya. Hehe!

  3. Miranda

    Komentar???
    diskusi aja ni mas…saya sedikit merasa jenggal ketika mulai blogging di wordpress. Sepertinya komentar orang yang berkunjung menjadi penting. Sepertinya sudah selayaknya membaca tulisan seseorang dengan menandai sebuah komentar pada blog tersebut.Sebelum nya saya mem-blog di jejaringan tempat lain. Ditempat itu komentar dan kunjungan balik tidak terlalu penting.

    Saya pribadi menulis hanya sekedar menulis…ungkapan isi hati atau apa yang terlintas dalam pikiran saya. tidak ada usaha agar dikomentari bahkan dikunjungi.

    buat saya komentar yang kurang baik juga adalah ketika komentar tersebut menyentuh kepribadian si penulis atau tulisan tersebut disangkut2in dengan perasaan pribadi si penulis..tapi saya tetap biarkan orang bebas komentar…
    Karena bagi saya itu adalah HAK orang lain.

    panjang yah komentarnya…hehehehehe
    cheers

    ^_^
    .-= Miranda´s last blog ..7 Bulan =-.

    pushandaka Reply:

    Saya suka berdiskusi. :)

    Saya juga setuju bahwa berkomentar adalah HAK seseorang. Tapi ndak ada hak yang abbsolut. Setiap hak selalu dibatasi oleh KEWAJIBAN. Kewajiban itu salah satunya tentu saja berkomentar yang baik juga dapat dipertanggungjawabkan.

    Terima kasih untuk komentarnya, mbak. Hehe!

    Miranda Reply:

    yah selama bukan menyangkut SARAS saya masih mengkatagorikan komentar itu masih baik…

    hehehehehe

    btw mas sendiri nulis tujuannya apa??? iseng kah?
    emang suka nulis ato apa??
    .-= Miranda´s last blog ..7 Bulan =-.

    pushandaka Reply:

    Ya, kriteria baik dan kurang baik setiap orang memang berbeda-beda mbak. Mungkin saya termasuk yang kolot dan agak kuno.

    Saya sendiri ndak pernah iseng menulis. Kalau cuma buat iseng, sayang rasanya membelanjakan uang untuk membeli domain. Hehe, iya kan?

  4. Gek

    Gimana caranya kasi spam bagi blog yg sering berkomentar gitu, Bli?

    Kapan hari itu ya.. kayaknya bli bilang sama saya, “tapi tidak harus tinggal di Bali kan?”

    Itu yang buat gek, bilang kalo bli ga di Bali, gituuu…
    Haha.. terima kasih untuk pujian yg berlebihan di blog gek.

    Cuma perjuangan mendapatkan sebuah black berry, gitu.. ;)
    .-= Gek´s last blog ..How about BLACK? =-.

    pushandaka Reply:

    Caranya; cukup dengan memasukkan data si komentator ke dalam daftar hitam. Tapi kadang kala, anti spammer di blog saya ini membantu saya menyeleksi dengan ketat komentar buruk tanpa harus diminta. Cuma sialnya, kadang seleksinya berlebihan. Hehe!

  5. tuteh

    Waduh! :D
    Kalo dari komentar2nya, jelas ketahuan orang seperti apa saya ya, bang? Sama2 nggak bermutunya dengan komentarnya hahahahahahahah :D

    Btw, happy weekend! :D
    .-= tuteh´s last blog ..Mutually Beneficial Relationship =-.

    pushandaka Reply:

    saya melihat kamu adalah orang yang selalu bersemangat dan ceriah. Jah, bahasanya! Hehehe!

    Tapi, komentarmu selalu nendang! Komentar teman-teman blogfam selalu mantap. Hihihi!

  6. dani

    Seputar komentar, salah satu tulisan menarik yang pernah saya baca ada di rismaka.net. Saat ada komentar OOT yang berlebihan, mungkin akan merugikan bagi pelanggan topik (via email, feed reader) yang berharap diskusi sesuai konten dan konteks.

    Jika komentar OOT dan spam-like (katakanlah seperti: bagus, thanks for the info, nice, dll) dibiarkan, maka kebiasaan itu akan berlanjut. Kembali ke kebijakan pemilik blog kan, Bli Gung? :D

    Mengharap jumlah komentar untuk konversi ke trafik dan uang atau kualitas diskusi.

    [maaf, ngga perlu kunjungan balik, belum posting lagi.] :D
    .-= dani´s last blog ..Cara Difabel Mengakses Web =-.

    pushandaka Reply:

    Kembali ke kebijakan pemilik blog.., hm.., kalimat ini saya banget deh bli. Hehe..

  7. jurug

    ya.. tulisan yang sangat menyentuh sebenarnya…

    jadi teringat sama seorang blogger yang kehabisan bandwt cuma karena sekadar komeng-komengan…

    pushandaka Reply:

    Menyentuh? Jadi terharu donk yang bacanya? :)

    Iya nih, komeng-komengan sepertinya masalah yang simple, tapi bisa nyusahin juga. Sama seperti api, kalau kecil jadi sahabat tapi kalau besar jadi petaka.

  8. Pakde Cholik

    Saya sependapat. Komentar harus merupakan masukan yang membangun, bukan hanya sekedar memuji basa-basi. Komentar vulgar-negatif seyogyanya dihindari.
    Komentar berdampak dahsyat terhadap ranking blog.
    Terima kasih atas pencerahannya mas.
    Salam hangat dari Surabaya.
    .-= Pakde Cholik´s last blog ..Iseng Minggu Bertali Asih =-.

    pushandaka Reply:

    Wah, ini bukan tulisan pencerahan Pakde, tapi cuma keluhan dari seorang yang gagap blog. Hehe!

    Salam kembali dari Denpasar..

  9. Pakde Cholik

    Sebentar lagi Hari Ibu
    Jika tak ada beras di gentong
    Jika tak ada seteguk air di kendi
    Jika tak ada lembaran rupiah dibawah kasur sang ibu
    Mengapa tak mengirimkan masakan lezat
    Untuk persembahan kepada Ibu atau isteri tercinta di hari Istimewa
    Jika artikel masakan sudah jadi
    Lalu bubuhi kalimat ” Masakan dengan sentuhan cinta ini saya persembahkan buat wanita yang teramat istimewa”

    Persembahkan hasil masakan anda dan daftarkan dalam acara SupermanShow di
    http://abdulcholik.com/kuliner/supermanshow-la-tetates-de-timbele

    Jika itu anda lakukan dengan tulus
    Sebuah atau tiga buah kecupan penuh kasih sayang akan di terima
    Plus bisikan lembut ” I love you my Superman ”.
    Salam hangat dari dapur BlogCamp
    .-= Pakde Cholik´s last blog ..Iseng Minggu Bertali Asih =-.

  10. ekads gendeng

    setuju dengan tulisan bli gung..dengan berkomentar di blog seseorang itu artinya kita menyampaikan pendapat kita tentang yang dia tulis. entah itu setuju atau engga yang penting masih dalam batas kesopanan.
    kadang saya berpikir juga kenapa ya ada pengunjung yang cuma numpang baca dan ga meninggalkan komen di blog saya?? apa karena mereka males atau tulisan saya tidak mereka sukai…?

    pushandaka Reply:

    Kalau saya pribadi sih, ndak terlalu mempermasalahkan apakah seseorang berkomentar atau ndak. Tulisan yang kita buat tentu saja ndak bisa menyenangkan semua pihak bli. Jadi, keep posting saja bli. Hehe!

  11. macangadungan

    oh ya ampun… sudah dibahas…
    padahal kemarin sempat baca salah satu postingan mas pushandaka, dimana ada komentar2 yang intinya bilang males mbaca postingan mas *maap klo ada yg ngerasa*

    sempet mikir, klo males bacanya, kenapa komen? udah gitu komennya cuma untuk bilang kalo mereka males bacanya. errr… mendingan ga usah komen sekalian kalo gitu… bukannya begitu?

    tadinya mau ngomong gitu di komentarnya, tp ga tau kenapa pas mau submit komen malah gagal mulu. huhu….
    .-= macangadungan´s last blog ..Bullying? BASI! =-.

    pushandaka Reply:

    Sebenarnya saya malas membahas ini. Buat apa saya bayar domain.com kalau ujung-ujungnya cuma membahas komentar seperti ini. Hehe, iya kan, Le?

    Sebenarnya juga, saya menulis ini karena; pertama, lagi ndak ada ide untuk posting; kedua, ya sekalian mengingatkan bahwa blog saya ini punya batasan-batasan dalam berkomentar.

    Tapi syukurlah kalau komentarmu waktu itu gagal mulu. Itu artinya kamu dihindarkan dari tindakan sia-sia cuma untuk menanggapi komentar seperti itu. Iya ndak? :)

    macangadungan Reply:

    iya ya, klo dipikir-pikir XDDD
    .-= macangadungan´s last blog ..Bullying? BASI! =-.

  12. imadewira

    tes tes…

    mudah2an saya ndak termasuk dalam daftar hitam tersebut :-)
    .-= imadewira´s last blog ..Makan Siang Tipat Tahu =-.

    pushandaka Reply:

    Ternyata masih di daftar putih ya, bli? :)

  13. Winarto

    Komentar, tidak komentar tetap thank you

    eka dirgantara Reply:

    sepertinya saya pernah baca kata2 ini…hehehe

  14. eka dirgantara

    saya pernah baca di blog siapa gtu…saya lupa!! Aturan-aturan kalau meninggalkan komentar di blog seseorang…

    salah satunya kalau tidak salah…kalau bisa dalam meninggalkjan komentar jangan hanya menuliskan komentar seperti ” Nice blog, I Like It” Tulisannya bagus…mampir yah ke blog saya” buatlah komentar yang sesuai dengan isi tulisan jangan hanya memuji saja dan tidak lupa komentar yang sopan, mengkritik tapi sopan…hehehe

    saya lupa pernah baca dimana postingan tentang komentar itu….ada lima aturan kalau tak salah….
    .-= eka dirgantara´s last blog ..Suster Keramas: kok adik kecil saya yang ngeri yah? =-.

    eka dirgantara Reply:

    oh yah tadi nemu…disini bli gung saya dapat…
    http://www.andaka.com/10-aturan-memberikan-komentar-pada-blog.php
    .-= eka dirgantara´s last blog ..Suster Keramas: kok adik kecil saya yang ngeri yah? =-.

    pushandaka Reply:

    Iya, saya juga pernah baca artikel itu. Thanks ya ka, sudah mengingatkan.

  15. astiti

    Saya masuk dalam daftar “orang-orang” itu ga ya?
    Akh, masuk atau tidak, empunya blog ini pasti suka saya komentarin. Yakin 100%….! huahuahua!!
    .-= astiti´s last blog ..Nonton Kick Andy Offair =-.

    pushandaka Reply:

    Orang dengan keyakinan 100% seperti kamu ini harus dicoba untuk memimpin negeri ini. Hehe..

  16. oming

    wehew… pyufff… walaupun dibilang nambahin smiley di belakang komentar biar ga tegang, tetep aja baca postingan ni bikin tegang,hehehe…
    btw, bli dulu pas blognya ming masih yang iikjlo tu, blog pushandaka ni perasaan ini joke and humor2 gitu ya kalo gak salah? Ko sekarang jadi berat-berat gini tulisannya, tadi tumben berkunjung kesini bingung mau komen-in yang mana, yang ringan-ringan gitu,hehehe…
    Beh, kalo kayak ming yang blognya isinya bahasa dugem mua, pasti banyak editan dunk ya? hehehe… habis justru kaku banget kalo pake EYD,hehehe…
    .-= oming´s last blog ..After A Huge Tasks… =-.

    pushandaka Reply:

    Kalau saya pribadi, ndak bermasalah dengan penulisan yang EYD, atau jenis lainnya. Yang penting adalah kontennya. Saya pun ndak terlalu ber-EYD kok. Coba saja diperhatikan lagi. :)

  17. didit

    wah mantab juga nih isi postingannya, just blog walking nih, kunjungi juga web pribadi gue , disana banyak tersedia bisnis yang sudah saya jalankan sejak lama dan menghasilkan duit. silahkan share ya.
    salam sukses semua ,

  18. Arif Nofiyanto

    Komentar ah,..
    ini tulisan yang bagus,..emang udah selayaknya begitu, ga suka ga usah baca..klo suka berikan apresiasi…

    walking lagi ah…lama bertapa ketinggalan banyak..
    .-= Arif Nofiyanto´s last blog ..Riuh Papan Reklame di Jalan Teuku Umar =-.