“Semoga Beruntung, Bapak Presiden!”

by Agung Pushandaka

Presiden sudah dilantik. Tugas berat sudah menanti. Saya bukan pengen jadi orang sok pintar yang lebih banyak mengkritisi daripada beraksi. Tapi, saya punya beberapa kata dan doa untuk pemimpin negara ini.

Lebih pekalah untuk mengenali keinginan rakyat. Jumlah rakyat sekarang nyaris mencapai seperempat milyar. Mereka pasti punya kepentingan dan kebutuhan yang berbeda. Tetapkan skala prioritas dengan cepat dan tepat. Buatlah keputusan yang dapat memuaskan lebih banyak orang. Kalaupun ada yang kecewa, itu wajar. Ndak ada satu keputusan pun yang mampu memuaskan semua pihak. Hadapilah mereka yang kecewa dengan berani. Berani bukan berarti kasar, tetaplah santun tapi tegas. Perbanyak doa supaya alam mendukung semua rencana dan usaha. Maklum, alam lagi ndak ramah belakangan ini.

Manfaatkan segala kemudahan untuk kebaikan. Fasilitas negara sudah direlakan rakyat untuk dipakai sepuas-puasnya. Apalagi, parlemen sekarang akan lebih suportif karena lebih banyak fraksi pendukung daripada oposan. Posisi ini hampir sama seperti masa orde baru di mana presiden didukung kuat oleh parlemen. Manfaatkan itu semua untuk kebaikan.

Ah, sudahlah, saya bukan pengen mengajari siapa pun, apalagi mengajari seorang presiden Republik Indonesia.  Saya cuma bisa berharap dan berdoa untuk kebaikan Indonesia melalui kepemimpinan seorang presiden, meskipun dia bukan presiden pilihan saya. Hehe!

Maka, saya cuma bisa bilang, “Semoga beruntung, bapak presiden!”