Sang Bintang

by Agung Pushandaka

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah tayangan tivi, seorang anggota parlemen diwawancarai oleh seorang reporter mengenai pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung dewan. Sang legislator pun berusaha menjawab dengan nada bicara yang elegan walaupun jelas banget dibuat-buat. Ndak tertarik dengan komentarnya yang standar dan umum banget, saya pun mematikan tivi.

Beberapa hari kemudian setelah itu, masih dalam tayangan tivi, saya melihat lagi anggota parlemen yang sama tampil dalam sebuah wawancara. Tapi bukan dalam program dialog tentang politik, hukum, atau dialog tentang kondisi negara ini. Gaya bicaranya pun ndak elegan seperti beberapa hari lalu. Dia tertawa, bercanda, bahkan bertingkah konyol dengan penampilan yang jauh dari elegan dan terhormat. Iya, dia tampil dalam sebuah program infotainment.

Dia legislator atau penghibur? Berita politik atau infotainment? Beginilah kalau tivi sudah menguasai hidup kita. Bintang tivi berkuasa. Mereka bisa jadi apa saja! Maka ndak heran, banyak yang pengen jadi bintang di layar kaca..