<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kita Indonesia, Teman!</title>
	<atom:link href="http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html</link>
	<description>Habis Baca Terbitlah Nulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 07:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Winarto</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-752</link>
		<dc:creator>Winarto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:20:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-752</guid>
		<description>Ketika membicarakan Endonesia, eh Indonesia, yang begitu sangat luas wilayahnya, beraneka ragam budaya dan adat istiadat serta kaya akan perbedaan-perbedaan lainnya, dibutuhkan cara pandang yang luas pula. 
Cara pandang yang sempit dan kedaerahan hanyalah akan membuat Indonesia terpuruk dan terbelakang.

Kondisi 1 dan kondisi 2 yang dipaparkan di atas, bagi Presiden SBY pasti hanyalah sebagian kecil dari permasalahan yang harus dia jawab bersama dengan penasihat2 dan koalisi politiknya. Mau merata? Sebenarnya bisa saja, dari 34 posisi menteri, dibagi tiap propinsi ada wakil satu orang. Tapi, tentu ada determinan lain yang menjadi pertimbangan SBY dkk dalam penentuan itu, entah tarik ulur politik, kontrak politik etc. Masalah kompetensi dan kemampuan, saya yakin &quot;masing-masing propinsi&quot; memiliki orang-orang yang hebat.

Walaupun demikian, konfigurasi kabinet tersebut adalah satu dari sekian banyak bagian dalam tata pemerintahan di republik ini. Tentunya, tiap-tiap tokoh di daerah dalam memainkan perannya pada bagian yang menjadi perannya, entah di parlemen, BUMN serta posisi lainnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membicarakan Endonesia, eh Indonesia, yang begitu sangat luas wilayahnya, beraneka ragam budaya dan adat istiadat serta kaya akan perbedaan-perbedaan lainnya, dibutuhkan cara pandang yang luas pula.<br />
Cara pandang yang sempit dan kedaerahan hanyalah akan membuat Indonesia terpuruk dan terbelakang.</p>
<p>Kondisi 1 dan kondisi 2 yang dipaparkan di atas, bagi Presiden SBY pasti hanyalah sebagian kecil dari permasalahan yang harus dia jawab bersama dengan penasihat2 dan koalisi politiknya. Mau merata? Sebenarnya bisa saja, dari 34 posisi menteri, dibagi tiap propinsi ada wakil satu orang. Tapi, tentu ada determinan lain yang menjadi pertimbangan SBY dkk dalam penentuan itu, entah tarik ulur politik, kontrak politik etc. Masalah kompetensi dan kemampuan, saya yakin &#8220;masing-masing propinsi&#8221; memiliki orang-orang yang hebat.</p>
<p>Walaupun demikian, konfigurasi kabinet tersebut adalah satu dari sekian banyak bagian dalam tata pemerintahan di republik ini. Tentunya, tiap-tiap tokoh di daerah dalam memainkan perannya pada bagian yang menjadi perannya, entah di parlemen, BUMN serta posisi lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-689</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 05:08:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-689</guid>
		<description>Boleh banget mereka jadi oposan. Asal jangan dilandasi perasaan sakit hati. Kalau dilandasi sakit hati, ntar malah jadi oposan yang ndak netral, alias cuma membela kepentingannya peribadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh banget mereka jadi oposan. Asal jangan dilandasi perasaan sakit hati. Kalau dilandasi sakit hati, ntar malah jadi oposan yang ndak netral, alias cuma membela kepentingannya peribadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dani</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-686</link>
		<dc:creator>dani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 01:14:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-686</guid>
		<description>Menurut saya, itu hanya politik. Kalau pun unsur kedaerahan yang diangkat, nyatanya memang itu mempengaruhi kondisi di Intim. 

Kayaknya mereka bagus buat oposisi, asal dilandasi niat baik (pembuktian niat baik di ranah hukum gemana ya, karena membuktikan pasien yang mengeluh pusing/sakit kepala sulit). Bentar lagi mesti ada yang merangkul mereka masuk kelompk oposisi. :)
.-= dani´s last blog ..&lt;a href=&quot;http://daniiswara.net/2009/10/08/aksesibilitas-konten-web-kesehatan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Aksesibilitas Konten Web Kesehatan&lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, itu hanya politik. Kalau pun unsur kedaerahan yang diangkat, nyatanya memang itu mempengaruhi kondisi di Intim. </p>
<p>Kayaknya mereka bagus buat oposisi, asal dilandasi niat baik (pembuktian niat baik di ranah hukum gemana ya, karena membuktikan pasien yang mengeluh pusing/sakit kepala sulit). Bentar lagi mesti ada yang merangkul mereka masuk kelompk oposisi. <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
.-= dani´s last blog ..<a href="http://daniiswara.net/2009/10/08/aksesibilitas-konten-web-kesehatan/" rel="nofollow">Aksesibilitas Konten Web Kesehatan</a> =-.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-673</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:12:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-673</guid>
		<description>Wah, terima kasih banget untuk komentarnya. Saya mendapat pengetahuan baru dari sini..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, terima kasih banget untuk komentarnya. Saya mendapat pengetahuan baru dari sini..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ferry ZK</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-671</link>
		<dc:creator>Ferry ZK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 02:18:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-671</guid>
		<description>Saya pernah baca di detik.com pernyataan salah satu perwira aktif TNI AU (*klo ndak salah yaa... soale lupa*) bahwa negri kita ini sudah lama dijadikan medan pertempuran intelejen khususnya CIA, MOSSAD (*katanya dikendalikan dari singapura*), KGB (*skrg dah ganti nama *), dan beberapa badan intelejen asing lainnya. 

Nah senjata mereka yang paling utama adalah media massa beserta &quot;pakar-pakar&quot; yang telah mereka rekrut untuk berbicara dalam dialog - dialog terbuka untuk membentuk opini sesuai kepentingan pesanan badan intelejen tersebut. 

Maka tidak aneh kemarin sebelum kabinet terbentuk banyak media massa &quot;mengadang-gadangkan&quot; calon mentri yang bahkan dilirikpun tidak oleh SBY, salah satunya calon mentri pendidikan versi media massa Anis Baswedan rektor paramadina...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah baca di detik.com pernyataan salah satu perwira aktif TNI AU (*klo ndak salah yaa&#8230; soale lupa*) bahwa negri kita ini sudah lama dijadikan medan pertempuran intelejen khususnya CIA, MOSSAD (*katanya dikendalikan dari singapura*), KGB (*skrg dah ganti nama *), dan beberapa badan intelejen asing lainnya. </p>
<p>Nah senjata mereka yang paling utama adalah media massa beserta &#8220;pakar-pakar&#8221; yang telah mereka rekrut untuk berbicara dalam dialog &#8211; dialog terbuka untuk membentuk opini sesuai kepentingan pesanan badan intelejen tersebut. </p>
<p>Maka tidak aneh kemarin sebelum kabinet terbentuk banyak media massa &#8220;mengadang-gadangkan&#8221; calon mentri yang bahkan dilirikpun tidak oleh SBY, salah satunya calon mentri pendidikan versi media massa Anis Baswedan rektor paramadina&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/10/kita-indonesia-teman.html#comment-659</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 16:49:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=990#comment-659</guid>
		<description>Hmm.., iya sih ton. Makanya aku juga kecewa dengan kondisi 1 yang kubilang di atas. Rasanya kok ndak pantas. Mungkin ini salah pemimpin ya, ton. Walaupun pasti juga ndak sepenuhnya salah mereka.

Buat balebengong? Yang ini? Ndak salah..? Ya ndak apa-apa sih. Hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm.., iya sih ton. Makanya aku juga kecewa dengan kondisi 1 yang kubilang di atas. Rasanya kok ndak pantas. Mungkin ini salah pemimpin ya, ton. Walaupun pasti juga ndak sepenuhnya salah mereka.</p>
<p>Buat balebengong? Yang ini? Ndak salah..? Ya ndak apa-apa sih. Hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

