Ternyata TV Pernah Menyenangkan Banget

Kemarin, secara ndak sengaja tercetus di otak saya untuk mengunduh beberapa lagu dari internet. Tapi, saya ndak berniat mencari lagu-lagu yang sedang gencar diputar di radio dan ditayangkan di tivi. Saya mencari-cari lagu tema serial tivi kegemaran saya dulu. Beberapa lagu bisa saya dapatkan, dan terasa menyenangkan banget waktu saya mendengarnya kembali. Ada lagu tema serial Charlie’s Angels, Quantum Leap, The A Team, Miami Vice, The Knight Rider, S.W.A.T dan masih banyak lagi. Tapi, ndak cuma kesenangan yang saya dapat, tapi juga rasa sedih dan kangen berat. Iya, saya jadi kangen untuk bisa menonton lagi serial-serial itu di tivi.

Hampir setiap hari, tivi menayangkan serial-serial bermutu yang ditunggu-tunggu banyak pemirsanya. Pokoknya, jam setelah program acara Berita Nasional, adalah waktu paling menyenangkan untuk menonton tivi. Dari sedikit stasiun tivi yang ada waktu itu, saya disuguhi cukup banyak program acara yang menyenangkan. Ada beberapa serial tivi yang menjadi kegemaran saya waktu itu.

CHiP’s

Larry Wilcox dan Erik Estrada
Larry Wilcox dan Erik Estrada

Mungkin ini serial tivi pertama yang saya tonton. Ditayangkan menjelang tengah malam di TVRI. Tapi, berhubung saya masih kecil banget waktu itu, saya seringkali melewatkan aksi kejar-kejaran personel CHIP’s dengan para pengacau jalanan. Dari serial ini saya mengenal bintang Erik Estrada.

CHiP’s adalah serial yang ditayangkan NBC pertama kali pada tahun 1977 sampai tahun 1983. Saya ndak terlalu ingat kapan mulai ditayangkan TVRI, tapi seingat saya sejak taman kanak-kanak saya mulai ikut menonton serial ini.

Saya ndak pernah lupa bagaimana lagu pembuka serial ini. Sudah terekam abadi di otak saya. Begitu juga dengan penampilan para personel California Highway Patrol (CHiP) ini mengamankan lalu lintas dari para pengacau. Kekaguman saya pada personel CHiP waktu itu, sering saya peragakan di jalanan waktu saya mengendarai sepeda dan bersenandung lagu tema serial ini. Saya ikut merasakan gagahnya menjadi seorang CHiP. Hehe!

MacGyver

Richard Dean Anderson
Richard Dean Anderson

Siapa yang ndak tau serial ini? Kecuali kalau anda lahir di akhir dekade 1990-an, saya bisa mengerti. Tapi yang lahir sebelum itu, kebangetan kalau anda ndak tau siapa MacGyver. MacGyver adalah nama seorang agen rahasia. Nama Lengkapnya kalau ndak salah adalah Angus MacGyver. Tokoh ini diperankan secara sempurna — menurut saya — oleh Richard Dean Anderson. Serial ini ditayangkan RCTI waktu itu.

Berbeda dengan agen rahasia lainnya, MacGyver punya prinsip anti kekerasan dan selalu menolak untuk menggunakan senjata api untuk menaklukkan lawannya. MacGyver — yang bekerja untuk Phoenix Foundation — lebih sering menaklukkan lawan-lawannya dengan kejeniusannya di bidang fisika. Serial ini mempopulerkan pisau lipat Swiss Army yang banyak membantu MacGyver dalam menyelesaikan eksperimen dadakannya.

Serial ini sukses berat di Amerika, Eropa dan Australia. Sempat dibuatkan versi FTV-nya yang berdurasi lebih lama dari serial regulernya. Tapi, proyek Young MacGyver yang disiapkan untuk mengganti serial MacGyver gagal ditayangkan. Tapi yang pasti, serial ini mensahkan julukan MacGyver kepada siapa pun guru fisika atau murid yang jago fisika di sekolah saya jaman dulu. Hehe!

Quantum Leap

Scott Bakula
Scott Bakula

Serial ini sebenarnya bukan serial utama, karena ditayangkan ‘cuma’ pada hari Minggu jam 3 sore. Jam 3 sore bukanlah jam dengan jumlah penonton yang banyak seperti primetime jam 9 malam. Tapi, saya benar-benar menyukai serial ini. Saya masih ingat ceritanya, tapi benar-benar lupa bagaimana serial ini berakhir. Sedih banget..

Quantum Leap adalah sebuah proyek yang digagas Sam Beckett. Kekurangan dana untuk proyek ini membuat Sam merelakan dirinya sendiri untuk menjadi kelinci percobaan. Quantum Leap sendiri adalah proyek perjalanan ke masa lampau. Tapi masalahnya, Sam melanglang buana ke masa lalu bukan sebagai dirinya. Tapi merasuki tubuh orang lain yang hidup di masa itu. Ia pernah masuk ke tubuh seroang wanita hamil, veteran perang Vietnam yang kakinya diamputasi, dan ke tubuh kakeknya sendiri. Bahkan ia pernah masuk ke dalam tubuh Elvis Presley, Marilyn Monroe, dan tubuh seekor simpanse!!

Tapi Sam ndak sendiri. Ia dibantu seorang rekannya Al Calavicci yang dapat mengunjunginya sewaktu-waktu untuk menjelaskan kejadian atau keadaan yang harus dihadapi Sam. Al muncul sebagai hologram yang ndak bisa dilihat orang lain, kecuali Sam. Serial ini kemudian mempopulerkan celetukan, “Oh boy..”

Serial Lain

Selain 3 serial di atas, tentu saja masih banyak lagi serial lain yang menjadi tontonan wajib saya semasa remaja. Misalnya Mission Imposible; The Old Version (SCTV), Friday the 13th (TVRI), The Hunter (TVRI), Oshin (TVRI), Alfred Hitchcock The Series (RCTI), The Highlander (SCTV), KungFu The Legend Continue (SCTV), The New KungFu The Legend Continue (RCTI), Beverly Hills 90210 (RCTI), dsb.

Beberapa serial asing “baru” juga saya gemari. Sebut saja Dawson’s Creek (TPI), Mahabharata (TPI), The X-Files (SCTV), The Sliders (RCTI), E.R. (RCTI), Early Edition (AnTV), Heroes (TransTV), Prison Break (AnTV, sekarang RCTI), dan masih banyak lagi yang ndak bisa saya ingat semuanya saat menulis topik ini, termasuk beberapa drama Jepang dan Korea waktu itu. Sitkom asing juga wajib ditonton seisi rumah, seperti Full House (TVRI), Growing Pains (RCTI), dsb.

Serial anak-anak atau animasi pun rasanya lebih menarik pada masa saya kecil daripada yang sekarang ini. Misalnya Superboy, Silver Hawk (animasi), The Transformer (animasi), He-Man (animasi), The Hulk (animasi), The Zorro (animasi) (semuanya di TVRI), Batman The Series (SCTV), Power Rangers (RCTI), dsb. Serial-serial itu sering membuat saya lebih betah berada di rumah di saat sore mulai tergusur oleh malam. Beberapa serial itu sekarang laris manis ditonton jutaan orang saat dibuat dalam bentuk layar lebarnya.

Tapi, saya ndak cuma menggemari serial asing. Beberapa serial lokal (sekarang disebut sinetron), seperti ACI (Aku Cinta Indonesia), Losmen, dan Rumah Masa Depan (semuanya TVRI), Keluarga Cemara dan Si Doel Anak Sekolahan I (RCTI), dsb., juga menjadi tontonan kegemaran saya. Termasuk juga — tentu saja — mini seri Siti Nurbaya yang menghebohkan itu. Sinetron jaman dulu kualitasnya jauh lebih bagus daripada yang tersedia sekarang. Lebih bernuansa lokal dan berbudaya Nusantara.

Sekarang, saya cuma bisa kasihan dengan kualitas tivi lokal dan nasional kita. Program acara bermutu sekarang cuma bisa kita dapatkan kalau kita membayar sejumlah uang untuk berlangganan tivi berbayar. Kualitas sinetron kita pun jauh sekali dari nuansa lokal bangsa kita. Yang ada cuma pertikaian dua remaja memperebutkan cinta seorang idola, atau perebutan kekuasaan dan harta, yang ujung ceritanya gampang banget untuk ditebak.

Kasihan banget generasi jaman sekarang yang berkembang dengan tontonan seperti itu. Entah sampai kapan remaja kita sekarang harus menikmati kualitas sinetron yang ditayangkan tivi belakangan ini. Semoga keadaan cepat berubah.

Saya cuma bisa bilang ke remaja jaman sekarang, “TV pernah menyenangkan banget di masa lampau..”

9 Responses to “Ternyata TV Pernah Menyenangkan Banget”


  1. wira

    buset, membaca ini serasa kembali ke masa lalu… saya benar2 setuju dengan tulisan ini, kayaknya acara2 di tivi dulu jauh lebih berkualitas ketimbang sekarang, terutama yg namanya sinetron itu, hahahaha..

    btw, film. serial jadul yg pakai helikopter itu apa je judulnya ya? lupa, duh apa ya…

    Yang helikopter ya? Yang senjatanya canggih? Kalau memang benar, mungkin yang anda maksud adalah Airwolf.

  2. zee

    heheuhee bener bener… sama, serasa back to tahun 90-an…
    mac gyver gitu loh…. pisaunya itu terkenal banged sampe semua berlomba2 pengen punya pisau kayak gitu…

    Betul Mbak. Sombong banget rasanya kalau waktu itu sudah punya pisau Swiss Army warna merah seperti yang dipakai MacGyver.

  3. Cadink

    Lawas banget filmnya… Mungkin aq belum lahir… he…

    Wah, sayang banget kalau blum lahir waktu itu. Hehehe!

  4. ekabelog

    sebagian tahu film-fim yang disebutkan diatas terutama serial kartunnya….Friday The 13th jadi inget ma Jason…terus ada lagi film yg tokohnya Freedy(hantu yang nyerang di Mimpi itu, pakaiannya merah putih stripe)…lupa judulnya…serem banget…inget waktu masih kecil nonton bareng keluarga…tegang banget…

    kalo sinetron sekarang ga ada yang suka…palingan nonton Jalan Sesama(Trans 7), Cita-Cita(Trans 7), Bolang(Trans 7) lebih mendidik daripada nonton sinetron…

    Betul, Friday the 13th yang mengorbitkan tokoh Jason. Kalau Freddy itu judulnya Freddy’s Nightmare kalau ndak salah. Jadi dia menakut-nakuti orang dalam tidurnya saja. Saya waktu itu sampai ndak berani tidur karena takut akan didatangi Freddy dalam mimpi. Hehe!

  5. ekabelog

    oh yah..Freedy Krueger namanya….judulnya filmnya lupa…

    Freddy Krueger adalah nama lengkap tokoh utamanya. Judul serialnya Freddy’s Nightmare..

  6. wira

    ya betul sekali, Airwolf, itu salah satu kesukaan saya dulu, jaman dulu heli itu kelihatan canggih banget :D

    Betul banget Pak Wira. Hehe!

  7. luhde

    aku maniak 90210. maklum abege baru, mo lulus SD. hihihihihi. dan NKOTB band. wah heboh

    Walah, lode blum tamat SD saja sudah nonton BH 90210! Hihi!

  8. a!

    wahaha, koleksi filmmu lengkap, gung. aku jg jd inget the a team, ninja, ohara, oshin, dst.

    oya, jangan lupa juga unyil dan apa tuh sientron keluarga cemara atau apa gitu.

    Si Unyil.., tentu saja Ton! Ah, bahagianya masa lalu.. :P

  9. .gungws

    wah…saya cuma nonton doraemon, jiban, ksatria baja hitam, winspector…hehehe
    eh,ada yg punya quantum leap??mau dunk pinjem….^^

    Hehe, saya juga masih nyari-nyari Quantum Leap-nya untuk saya tonton lagi..