<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kenapa Jakarta Meledak Lagi?</title>
	<atom:link href="http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html</link>
	<description>Habis Baca Terbitlah Nulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 07:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Maulana Malik</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-379</link>
		<dc:creator>Maulana Malik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 02:34:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-379</guid>
		<description>Yang dibingungkan kenapa kalau mereka benci ma negara barat, tapi malah ngebomnya di negara sendiri ??

Well, ni tugas ebrat buat presiden kita. Semoga aja kedepannya indonesia jadi lebih damai. Amin :)

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;:)
Tindakan terorisnya sih ndak usah dibingungkan Mas. Lah, mereka saja ndak bingung mau nyerang barat atau timur. Pokoknya bom meledak, banyak orang tewas. Itu saja yang ada di pikiran mereka.
Jadi, kita ndak usah bingung Mas. Mereka musuh kita bersama! :)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang dibingungkan kenapa kalau mereka benci ma negara barat, tapi malah ngebomnya di negara sendiri ??</p>
<p>Well, ni tugas ebrat buat presiden kita. Semoga aja kedepannya indonesia jadi lebih damai. Amin <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong> <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Tindakan terorisnya sih ndak usah dibingungkan Mas. Lah, mereka saja ndak bingung mau nyerang barat atau timur. Pokoknya bom meledak, banyak orang tewas. Itu saja yang ada di pikiran mereka.<br />
Jadi, kita ndak usah bingung Mas. Mereka musuh kita bersama! <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zee</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-377</link>
		<dc:creator>zee</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 17:43:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-377</guid>
		<description>saya pribadi kurang sreg jg dengan ucapan pak sby, tp saya berusaha positif thinking aja. mgkn beliau saking emosinya jd sedikit kurang bijak saat konfpers. akibat ucapannya itu, semua org jd berantem kayak anak tk, sampai2 lupa dgn masalah sebenarnya.

yg penting sekarang adalah mari kita benahi negara ini, biar namanya kembali baik di mata dunia.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Kalau blum bisa mengendalikan emosinya, saya menyarankan sebaiknya mundur saja dari kursi presiden. Presiden itu pemimpin rakyat. Kalau presiden saja ndak bisa mengatur emosinya, malah membingungkan rakyatnya.
Kalau sudah bersedia dipilih menjadi presiden, emosi pribadi harus dikesampingkan. Menurut saya seperti itu.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pribadi kurang sreg jg dengan ucapan pak sby, tp saya berusaha positif thinking aja. mgkn beliau saking emosinya jd sedikit kurang bijak saat konfpers. akibat ucapannya itu, semua org jd berantem kayak anak tk, sampai2 lupa dgn masalah sebenarnya.</p>
<p>yg penting sekarang adalah mari kita benahi negara ini, biar namanya kembali baik di mata dunia.</p>
<blockquote><p><strong>Kalau blum bisa mengendalikan emosinya, saya menyarankan sebaiknya mundur saja dari kursi presiden. Presiden itu pemimpin rakyat. Kalau presiden saja ndak bisa mengatur emosinya, malah membingungkan rakyatnya.<br />
Kalau sudah bersedia dipilih menjadi presiden, emosi pribadi harus dikesampingkan. Menurut saya seperti itu.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wira</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-375</link>
		<dc:creator>wira</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 02:18:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-375</guid>
		<description>yang anehnya SBY memperlihatkan fotonya jadi sasaran tembak teroris, ya iyalah.. masak yg dijadikan sasaran tembak itu ketua FPI?

pendapat saya, teroris bukan hanya tanggung jawab aparat dan pemerintah, kita juga sebaiknya waspada terhadap sekeliling..

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Saya sepakat dengan pendapat anda. Tapi, kalau sudah terjadi seperti ini, tanggung jawab tertinggi jelas ada pada pemerintah. Sebab mereka punya alat dan sumber daya manusia (Polisi, TNI, Intelijen, dan aparat kemanan lainnya) yang lebih baik daripada kita yang cuma mengandalkan naluri dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Sebenarnya, saya pun ndak pengen mencari-cari siapa yang salah. Tapi, SBY yang memulainya. Dia bukannya mengambil alih tanggung jawab atas kesalahan aparatnya atas kejadian ini serta menenangkan rakyatnya, tapi malah marah-marah melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Sekarang, rakyat bukannya bersatu, tapi  malah jadi saling curiga dan bantah-bantahan. Tentu bukan situasi itu yang kita butuhkan menghadapi situasi kalut seperti ini.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang anehnya SBY memperlihatkan fotonya jadi sasaran tembak teroris, ya iyalah.. masak yg dijadikan sasaran tembak itu ketua FPI?</p>
<p>pendapat saya, teroris bukan hanya tanggung jawab aparat dan pemerintah, kita juga sebaiknya waspada terhadap sekeliling..</p>
<blockquote><p><strong>Saya sepakat dengan pendapat anda. Tapi, kalau sudah terjadi seperti ini, tanggung jawab tertinggi jelas ada pada pemerintah. Sebab mereka punya alat dan sumber daya manusia (Polisi, TNI, Intelijen, dan aparat kemanan lainnya) yang lebih baik daripada kita yang cuma mengandalkan naluri dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.</p>
<p>Sebenarnya, saya pun ndak pengen mencari-cari siapa yang salah. Tapi, SBY yang memulainya. Dia bukannya mengambil alih tanggung jawab atas kesalahan aparatnya atas kejadian ini serta menenangkan rakyatnya, tapi malah marah-marah melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Sekarang, rakyat bukannya bersatu, tapi  malah jadi saling curiga dan bantah-bantahan. Tentu bukan situasi itu yang kita butuhkan menghadapi situasi kalut seperti ini.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mo</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-374</link>
		<dc:creator>Mo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 14:20:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-374</guid>
		<description>Aku juga kecewa berat....!

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Memang mengecewakan..&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku juga kecewa berat&#8230;.!</p>
<blockquote><p><strong>Memang mengecewakan..</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-373</link>
		<dc:creator>Adi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 09:39:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-373</guid>
		<description>Bner bgt.,
emg sulit bwt nyalahin cp,
tp yg jelas pelaku dan perencana gk punya ati.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Saya setuju dengan anda. Itu yang seharusnya ditekankan oleh SBY pada pidatonya. Bahwa si pelaku adalah musuh kita bersama. Bukannya malah semakin meresahkan masyarakat dengan keluhan-keluhan SBY yang cenderung cengeng dan paranoid. Saya merasa, negara ini ndak butuh pemimpin yang cengeng dan melankolis.
Terima kasih..&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bner bgt.,<br />
emg sulit bwt nyalahin cp,<br />
tp yg jelas pelaku dan perencana gk punya ati.</p>
<blockquote><p><strong>Saya setuju dengan anda. Itu yang seharusnya ditekankan oleh SBY pada pidatonya. Bahwa si pelaku adalah musuh kita bersama. Bukannya malah semakin meresahkan masyarakat dengan keluhan-keluhan SBY yang cenderung cengeng dan paranoid. Saya merasa, negara ini ndak butuh pemimpin yang cengeng dan melankolis.<br />
Terima kasih..</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ekaBelog</title>
		<link>http://pushandaka.com/2009/07/kenapa-jakarta-meledak-lagi.html#comment-372</link>
		<dc:creator>ekaBelog</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 08:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=686#comment-372</guid>
		<description>pasti SBY saat ini menyesal telah memberikan pidato seperti itu....

berarti benar pilihan saya untuk tidak memlih SBY...

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Semoga SBY menyesali pidatonya. Sebagai presiden, seharusnya dia menjadi orang pertama yang berusaha menenangkan perasaan rakyatnya di tengah kekalutan ini. Bukan malah menambah kontroversi yang semakin meresahkan masyarakat.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pasti SBY saat ini menyesal telah memberikan pidato seperti itu&#8230;.</p>
<p>berarti benar pilihan saya untuk tidak memlih SBY&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Semoga SBY menyesali pidatonya. Sebagai presiden, seharusnya dia menjadi orang pertama yang berusaha menenangkan perasaan rakyatnya di tengah kekalutan ini. Bukan malah menambah kontroversi yang semakin meresahkan masyarakat.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

