Nongkrong di Pantai Sanur

Baca tulisan terbaru dari Mr. Muhajir di Balebengong tentang tempat nongkrong malam hari, saya jadi ingat beberapa hari lalu sempat menikmati suasana malam di Pantai Sanur. Waktu itu, saya harus mengadakan diskusi kecil tentang kasus yang sedang ditangani oleh kantor hukum tempat saya bekerja. Jujur saja, saya blum pernah mengenal tempat ini sebelumnya kecuali saat itu. Namanya, Izakaya Cafe & Bar.

Izakaya berada di pinggir pantai Sanur, di belakang Hotel Hyatt. Saya sampai di lokasi jam 6 sore. Suasana pantainya enak banget. Angin semilir, ditambah sinar matahari yang sudah ndak terlalu terik membakar kulit saya. Sebotol bir menyambut saya untuk segera bergabung dengan beberapa teman yang sudah menunggu di sana. Waktu itu, ada Bli Ade (lawyer/owner law firm tempat saya bekerja) dan Pak Kadek (klien/sesepuh Himpunan Motor Tua Bali).

Cafenya sendiri, kecil saja. Cuma ada sekitar 5 atau 7 meja yang cukup menampung 4 orang dewasa di setiap mejanya. Sementara di bar, cuma ada 2 kursi untuk pengunjung. Jujur saya ndak tau siapa pemiliknya, tapi dekorasi cafe ini lebih berbau jepang-jepangan gitu deh. Entah karena bir dinginnya, atau desiran angin yang semakin kencang menjelang malam, saya kebelet pipis. Surprisingly, toilet cafe ini bersih banget! Hehe, ndak tau kenapa, saya seringkali menilai suatu tempat dengan melihat toiletnya. Kalau toiletnya bersih, saya lebih yakin dengan kebersihan tempat ini secara umum.

Semakin malam, angin semakin kencang dan semakin menusuk tulang. Blum lagi ditambah botol-botol bir yang sambung-menyambung disuguhkan oleh Bli Bagong (anggota Motor Tua juga kalau ndak salah) semakin membuat perut saya keroncongan. Sekali lagi, karena saya berada di tempat baru, saya hanya memesan menu makanan yang paling aman, yaitu nasi goreng. Dengan harga lokal, 15 ribu rupiah — di daftar menu tertera harga 17 ribu — saya mendapat sepiring nasi goreng dengan ukuran lumayan jumbo. Rasanya? Hmm.., enak juga! Awalnya, saya berpikir nasi gorengnya enak cuma karena saya sudah kelaparan. Kalau sudah lapar, apa sih yang ndak enak? Hehe!!

Tapi ternyata saya salah. Sekitar pukul 20:30an, Pak Kadek ternyata mentraktir kami. Muncullah 2 porsi ikan bakar ukuran besar, ditambah sayur-sayuran yang saya ndak tau namanya (maklum, bukan penggemar sayur) dan nasi putih. Ikan bakarnya, wuih! Nak markenak banget!! Ikan bakar habis, datang lagi menu lain yang bentuknya juga bakar-bakaran tapi saya ndak tau itu ikan atau daging. Hehe! Saya sudah ndak mampu lagi menelan makanan setelah icip-icip nasi goreng dan ikan bakar plus sayurnya.

Pokoknya enak banget deh suasana di sana. Cuma, saya agak ndak kuat dengan angin malamnya. Akhirnya saya pindah ke bar bersama Bli Ade karena kami sama-sama ndak kuat menahan dinginnya angin. Di bar, oleh Bli Bagong, saya disuguhi segelas kecil minuman. “Ini enak!” ujarnya waktu saya tanya ini minuman apa. Ternyata, Bli Bagong menyuguhi saya arak yang dicampur orange juice. Ndak enak menolak suguhan orang (dan kebetulan porsinya juga cuma sedikit) akhirnya saya tenggak saja. Enak, dan lumayan bikin hangat.

Secara umum, saya puas dengan Izakaya Cafe & Bar ini. Tempatnya bersih, makanannya enak, pelayanannya juga manusiawi (ramah yang ndak dibuat-buat), dan harganya juga masih terjangkau oleh isi dompet saya. Tempatnya juga ndak jauh dari rumah. Perjalanan dari rumah ke Sanur mungkin cuma 30an menit dalam kondisi super santai. Nilai minus tempat ini buat saya adalah, ndak menjual rokok. Gila ya, jual bir ndak jual rokok??

Izakaya buka dari siang sampai malam. “Tergantung tamunya saja, sih” jawab Bli Bagong waktu saya tanya tutupnya jam berapa. Tapi informasi dari beberapa teman yang sering ke sini bilang, tempat ini biasanya tutup lewat dini hari.

Akhirnya, malam itu saya memilih pulang lebih dulu meninggalkan teman-teman di sana. Selain karena benar-benar dibuat menggigil oleh anginnya, saya juga ndak mau membuat pacar saya tercinta jadi khawatir karena saya nongkrong sampai larut malam di tempat baru. Buat yang pengen coba tempat ini untuk ngobrol-ngobrol ringan bersama teman-teman, silahkan datang. Izakaya Cafe & Bar ada di jalan Duyung (belakang Hotel Hyatt), Pantai Sanur Denpasar.

7 Responses to “Nongkrong di Pantai Sanur”


  1. a!

    wahaha, agung memang moy tulisannya. aku jd ngiler bacanya. kapan2 kita ke sana, gung. nongkrong abis futsal. kita cuk2an. piye?

    Lap dulu ilermu Ton. Hehe! Ke pantai abis futsal?? Aku ndak yakin bakal kuat nahan angin malamnya dalam kondisi lelah dan berkeringat kaya’ gitu Ton..

  2. Yanuar

    pengen nyoba kesana gung…
    tapi yg gratis ikan bakar+minuman rasa orang eitu.
    he.he..

    Ya..ya.., di manapun tempatnya, yang penting gratis kan, De? Hehe!

  3. Tempat Nongkrong Favorit di Denpasar | I Md Yanuarta DPY

    […] rekan Baliblogger yang menceritakan dimana tempat favorit untuk nongkrong. ada si prima, Mas Anton, Pushandaka, Bowo dan rekan-rekan yang laen menyusul… woi… nulis […]

  4. Nongkrong Yuks…!!! at ikads.net

    […] kauh, kaja kelod, lahir ide tematik posting. Nah, teman-teman sudah pada posting disini, disini, disini, disini , disini, dan disini. Wah, lumayan efektif buat merangsang gairah […]

  5. Bir murah dan belahan bagus.

    […] ; Tempat Nongkrong Malam di Tabanan Yang Asyik Menurut Pandangan Pribadi – Agung Pushandaka ; Nongkrong di Pantai Sanur – Nyoman ; Tempat Nongkrong dan Ngumpul @ Denpasar – Wirasantosa ; Trotoar Catur – Cahyo ; Nasi […]

  6. nyoman

    wahhh seken to Ton, Dek, ayoh kita kesana kapan2. kembali ngiler dengan tempat bertipe kafe, setelah kafe sendoknya saylows

    Kapan? Hehe!
    Tapi asal jangan bis futsal. Anginnya itu lho.., ndak kuat.

  7. Tongkrongan Malam di Denpasar dari Waktu ke Waktu | Corat Coret

    […] Agung memaparkan bahwa kafenya sendiri tidaklah terlalu besar. Katanya, cuma ada sekitar 5 atau 7 meja yang cukup menampung 4 orang dewasa di setiap mejanya. Sementara di bar, cuma ada 2 kursi untuk pengunjung. Yang menyenangkan disana, salah satunya, toilet yang bersih dan secara umum tempat itu memang bersih. Makin malam, suasana makin asyik. Hanya saja, siap-siaplah dengan hawa dingin yang akan merayapi tubuh anda. Selengkapnya apa yang ditulis Agung bisa dibaca di blognya dalam sebuah artikel yang dikasih judul Nongkrong di Pantai Sanur. […]