R. A. Kosasih

Kemarin, iseng-iseng saya bongkar lemari buku yang ada di ruang tengah rumah saya. Beberapa album foto dan buku kuliah lama saya temukan. Tapi yang lebih menarik perhatian saya, ada banyak banget komik bacaan adik bungsu saya. Semuanya komik jepang, yang serialnya juga ditayangkan di tivi nasional. Saya jadi ingat jaman saya kecil, saya juga hobi banget baca komik, tapi bukan yang seperti dibaca adik saya ini.

Saya kecil, adalah pembaca setia komik bikinan R. A. Kosasih yang ceritanya tentang dunia pewayangan, yaitu Mahabharata dan Ramayana. Dulu saya punya koleksi lengkapnya. Hobi saya didukung kuat oleh ibu yang pengen banget menurunkan hobi membacanya ke anak-anaknya termasuk saya. Saya benar-benar hafal di luar kepala sosok tokoh yang digambarkan Pak Kosasih dalam komiknya.

Tapi waktu itu saya ndak tau siapa R. A. Kosasih. Dulunya saya kira R. A. Kosasih adalah seorang perempuan karena waktu saya kecil, setau saya yang bernama R. A. cuma Bu Kartini. Hehe! Ternyata namanya bukan Raden Ajeng Kosasih, tapi Raden Ahmad Kosasih. Jelas itu nama laki-laki.

Pak Kosasih lahir di Bondongan, Bogor tahun 1919. Hobinya pada komik mulai berkembang waktu dia menikmati komik Tarzan di pembungkus belanjaan ibunya yang berupa potongan-potongan koran. Waktu sekolah di Hollandsc Inlands School (HIS) Pasundan, minat menggambarnya semakin tinggi karena ilustrasi gambar di buku pelajaran bikinan Belanda bagus-bagus.

Sementara ketertarikannya pada dunia wayang mulai nampak waktu dia lulus HIS tapi ndak dilanjutkan. Pak Kosasih ndak pernah melewatkan pertunjukan wayang golek, terutama yang lakonnya Arjuna, Bima atau Gatotkaca. Tapi pengetahuannya tentang wayang ndak sebatas 3 tokoh tadi. Hampir semua cerita wayang dia hafal.

Tahun 1953, Pak Kosasih membuat komik perdananya dengan tokoh Sri Asih menjadi tokoh utamanya. Sri Asih terinspirasi dari tokoh Wonder Woman. Maka, jadilah Sri Asih sebagai superhero modern pertama di Indonesia, walaupun superhero ini masih berpakaian wayang. Dari komik ini, Pak Kosasih dapat honor Rp. 4.000 per bulan. Kesuksesan ini melecut semangat Pak Kosasih membuat superhero lain, masih perempuan juga, berjudul Siti Gahara. Kalau Sri Asih berpenampilan Jawa, Siti Gahara lebih berpenampilan Timur Tengah dengan penampilan seperti Aladin.

Komiknya kemudian banting setir ke topik pewayangan. Komik wayang pertamanya adalah Mundinglaya Dikusuma dan Ganesha Bangun. Tapi komik wayangnya yang paling sukses adalah Burisrawa Gandrung dan Burisrawa Merindukan Bulan.

Sampai akhirnya Pak Kosasih berkunjung ke Perpustakaan Bogor, suatu hari. Di sana, dia menghabiskan waktu dengan membaca Bhagawat Gita terbitan Balai Pustaka. Dengan bantuan dari penerbit Melodi, maka lahirlah komik Mahabharata dan Ramayana yang sensasional itu. Dalam sebulan, komik ini laku 30.000 eksemplar. Pak Kosasih ndak tertandingi lagi sebagai komikus, walaupun komikus lain berusaha mengikuti jejaknya.

Karena suksesnya, dua komik ini selalu dicetak ulang, walaupun ndak meraih kesuksesan yang sama seperti pertama kali diterbitkannya. Terakhir, komik Mahabharata dan Ramayana dicetak ulang oleh Elex Media Komputindo.

Sayangnya, saya sudah kehilangan semua komik yang dibelikan ibu waktu saya kecil. Tapi saya akan coba koleksi lagi dengan membeli cetakan terbarunya. Saya kangen melihat aksi “superhero” idola saya waktu kecil, yaitu Gatotkaca putra Bima. Terima kasih, Pak Kosasih!

 

Sumber : R. A. Kosasih – Pelopor Komik Indonesia

2 Responses to “R. A. Kosasih”


  1. ketut sutawijaya

    waduh.. saya gak update, saya baru tau kalo Pak Kosasih buat komik mahabrata dan ramayana juga. akan saya cari, mudah-mudahan ada (tapi saat berkeliling ke toko buku selama ini koq tidak pernah ketemu ya..?)

    Wah, sudah lama tuh komiknya beredar, tapi yang cetakan lama. Tapi memang iya, saya juga blum nemu komik cetakan terbarunya.

  2. putriastiti

    saya malah baru tau ada orang namanya R.A. Kosasih…. parah kan….
    dulu jaman saya, ga pernah nemu komik Ramayana Mahabarata si :D

    Syukurlah kalau blog ini bikin kamu tau ada komikus besar Indonesia yang namanya R. A. Kosasih. :P