Cihui, Blog Pushandaka Terbit!!

Akhirnya, setelah minta bantuan di sana-sini, dan minta pendapat dari orang ini-itu, saya menerbitkan blog pribadi saya sendiri, Blog Pushandaka. Layaknya restoran yang baru buka, saya bilang, “Selamat Datang…!!”

Saya sengaja pilih hari ini untuk menerbitkan blog baru saya ini. Mau tau alasannya? Mungkin ndak banyak orang yang tau, kalo di tanggal ini, pada tahun 1923, majalah Time yang kesohor itu terbit untuk pertama kalinya. Tadinya, seingat saya, Time terbit pertama kali tanggal 2 Maret. Tapi setelah saya cek lagi di internet, ternyata 3 Maret. Jadi, saya paskan saja tanggal terbitnya blog ini.

Kali aja, ya kan, blog ini bisa setenar majalah Time. Syukur kalo nanti saya udah bisa meningkatkan english skill saya, blog ini akan saya tulis dalam 2 bahasa. Jadi [dot] com yang tercantum di blog saya, bener-bener ndak cuma untuk gaya-gayaan saja. Tapi untuk sementara, saya ndak pede nulis dalam bahasa inggris. Cukuplah bahasa nasional saja, Bahasa Indonesia.

Di tulisan pertama, saya pengen ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Anton Muhajir yang ngompori saya untuk bikin blog ini, trus ada IMCW yang rela mengajarkan saya bikin blog, trus yang ndak kalah pentingnya ada Mas Hendz yang bersedia saya repoti cuma untuk bikin blog ini. Ada juga Buchan teman kos waktu di Jogja yang menyemangati saya pertama kali untuk bikin blog sampe lahirnya Blog Ketawaku yang sempat dimuat di tabloid PC Mild. Yang paling penting, saya ucapin makasih dan cinta sebesar-besarnya untuk Rini yang mau sponsori blog ini. Untuk itu, saya dedikasikan blog ini untuk dia, Rini.

Ehem! Cukuplah ucapan terima kasihnya. Kembali ke topik semula. Banyak hal yang ingin saya contoh dari majalah Time untuk saya terapkan di blog ini. Saya pernah baca majalah ini, sebenarnya isinya berat, tapi penyampaiannya itu yang bikin majalah ini istimewa, yaitu ringan dan menyenangkan. Malah, waktu saya baca majalahnya, saya sempat dibuat tersenyum atau bahkan tertawa waktu lagi mengulas tentang hal berat. Jadi, pembaca ndak harus mengernyitkan jidat untuk mengerti apa yang lagi diulas. Cuma, untuk saya, mengernyitkan jidatnya kadang-kadang karena saya menemukan kata yang blum saya tau artinya dalam Bahasa Indonesia. Hehe!

Mungkin karena gayanya yang serius tapi santai ini yang bikin Pak Harto sempat sakit hati karena dijadiin bahan guyonan waktu mengulas tentang kekayaan si mantan presiden RI ini, yang ditaksir sampai $ 73.240.000.000 yang didapat selama 30 tahun menjadi presiden. Untungnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tempat Pak Harto mengajukan gugatan terhadap Time, menolak semua gugatan karena menganggap pemberitaan Time bukan penghinaan, tapi cuma informasi yang berguna untuk pengetahuan publik dan sesuai dengan tuntutan jaman. Hmm, untung kejadiannya setelah Pak Harto lengser. Coba sebelumnya, mungkin nasib hakim yang memutuskan sama seperti nasib Syafiuddin Kartasasmita, Hakim Agung yang dibunuh Tommy Suharto. Yang menyelamatkan hakim Sihol Sitompul, Endang Sumarsih, dan Endang Sri Mulwati adalah karena mereka bukan menjadi hakim yang memenjarakan Pak Harto, seperti yang dilakukan Pak Syafiuddin terhadap Tommy atas kasus tukar guling tanah Bulog dengan PT. Goro Batara Sakti.

time

Nah, seperti itulah saya pengen blog ini nantinya. Serius, tapi bisa becandaan juga. Cuma, jangan sampai digugat sama pihak manapunlah. Walaupun kalau sampe ada yang menggugat, blog saya makin banyak dikenal, tapi wah, pasti merepotkan. Saya pengen blog ini bisa menyampaikan informasi yang berguna bagi publik dan sesuai dengan tuntutan jaman. Saya pengen blog ini berating Segala Umur, yang bisa dinikmati anak-anak, remaja, dewasa, bahkan manula. Hehe!

Siapa tau juga, blog ini bisa sebesar majalah Time. Jadi ndak cuma mirip tanggal terbit pertama kalinya saja. Yah, kalaupun ndak mendunia, bisa menasional pun sudah luar biasa. Apalagi, untuk baca blog ini ndak harus membayar seperti beli majalah, apalagi sampai membayar harga berlangganan. Seharusnya, blog ini bisa lebih besar dari majalah Time nantinya.

Iya deh, kayanya majalah Time, eh, tulisan perdana blog ini saya cukupkan sampai di sini. Semoga semua kebaikan menulis blog bisa saya dapati, sebelum blog ini berguna untuk anda yang membaca.

12 Responses to “Cihui, Blog Pushandaka Terbit!!”


  1. tulank

    Selamat dan sukses atas dibukanya pushandaka.com

    :)

  2. Dewi Pinatih

    cie cie…. rumah baru…. makan makan… *ngeloyor cari makanan di dapurnya bli agung

  3. Arie

    eh eh .. punya rumah baru dia loh ….

    kapan manggang disini yah ?! *colek colek Natha*

  4. Yanuar

    halah… ketinggalan berita…
    harus ada makan-makan ngerayain rumah baru..
    pokoknya tetep.
    MAKAN-MAKAN™

  5. Deddy Andaka

    Pushandaka? Wah… nama belakang kita mirip :)
    Push + Andaka, Hmm… mendorong Andaka? hehehe…
    Selamat datang di dunia blogger bli. Semoga enjoy, salam kenal!

    pushandaka Reply:

    @ Gustulank : Makasih gus..
    @ Dewi : Hehe, dapurnya kosong..
    @ Arie : Manggangnya nyusul..
    @ Yanuar : Insyaallah nyusul..
    @ Deddy : Weits! Mirip ya.. Salam kenal kembali..

  6. a!

    eits, aku tlat baca nok. selamat, gung. semoga blogmu menjadi timeless saja. tak terikat oleh waktu, seperti cintamu pada siapa kau mendedikasikan blog ini.

    ehm, kok serius banget sih komenku. hihihi..

    pushandaka Reply:

    Makasih Ton.. :)

  7. Ivan

    Wah blognya baru yah? selamat.. selamat..
    Sekarang tinggal poles-poles tampilan blognya aja

    Iya nih. Tapi justru di bagian polas-poles saya ndak terlalu ngerti. :)

  8. Hendra W Saputro

    Selamat Bli. Saya senang bisa melihat dot com nangkring disebelah namamu. Semoga bisa setenar majalah time. Amiiin, dan bisa melejitkan para nubie seperti saya ini.

  9. mare

    hmmm tampilannya masih default ya
    ga pa pa sih mungkin lebih ke konten yah

    Bukan karena lebih mengutamakan konten mas. Tapi karena emang ndak jago ngolah tampilan. Hehe!

  10. Ariq

    Selamat buka.. oe juga ada blog baru.