Kenapa Harus Nyepi??
Tanggal 26 Maret 2009 ini, semua orang di Bali ikut merayakan pergantian tahun Caka (bacanya : Saka) dengan menyepi. Orang awam cuma tau, kalau perayaan Nyepi di Bali itu ndak boleh keluar rumah dan ndak boleh menyalakan lampu. Saya ndak akan menyalahkan pendapat itu, karena saya merasa memang seperti itu faktanya. Di luar 2 hal tadi, sebenarnya ada juga pantangan ndak boleh bekerja dan ndak boleh menikmati hiburan. Tapi yang 2 terakhir, sekarang ini bisa dinikmati di dalam rumah. Jaman internet gitu kan, hiburan bisa didapat di mana saja, bahkan di dalam kamar mandi! Hehe!
Ndak ada yang baru di perayaan Nyepi tahun ini, kecuali himbauan untuk ndak mengadakan pawai ogoh-ogoh di daerah Metro Denpasar, dan larangan beroperasinya tempat hiburan selama sehari penuh saat Nyepi di Kota Tangerang. Selebihnya, sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tapi jujur, saya jadi bertanya-tanya, kenapa harus menyepi untuk merayakan pergantian tahun Saka? Apa yang jadi latar belakang perayaan dengan cara “nyeleneh” seperti ini? Setelah buka-buka beberapa situs yang menjanjikan informasi tentang Nyepi, saya cuma dapat 2 versi cerita yang hampir seragam. Lanjutin Baca…